Kakanwil Kemenag Jateng: Somawangi Adalah Miniatur Indonesia

Banjarnegara (Humas) – ”Kita sudah sama-sama mengetahui bahwa Indonesia ini kaya sekali, beragam suku, agama dan budayanya. Untuk melihat kekayaan dan keberagamaan Indonesia ini maka lihatlah Desa Somawangi. Desa Somawangi, Kec, mandiraja yang saya kukuhkan sebagai desa sadar kerukunan ini adalah miniatur Indonesia”. Demikianlah yang disampaikan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad ketika membuka acara launching dan Talkshow Somawangi, desa sadar kerukunan yang mengangkat tema ”Rukun dalam Keberagaman, Kuat dalam Kebersamaan” yang bertempat di Balai Desa Somawangi, Rabu (17/72024) di hadapan hadirin lintas keyakinan.

Kepala Kanwil menjelaskan bahwa upaya menjaga keragaman dan kerukunan ini jangan sebatas melihat tanda fisik yang nampak saja, misalnya orang yang memakai kopiah itu orang Islam, padahal yang memakai kopiah juga lintas agama.

”Kementerian Agama sendiri isinya beragam, jangan mengira Kementerian Agama ini miliki Islam saja, karena Kementerian Agama ini mengurusi semua Agama, jika Saudara melihat Pegawai Kemenag itu bergelar S.Ag atau sarjana agama, jangan berpandangan itu orang Islam saja, karena gelar S.Ag juga itu dipakai lintas agama,” imbuhnya

Musta’in juga menambahkan bahwa salah satu hal yang membuat desa Somawangi ini rukun dan guyub adalah karena masyarakatnya sering memanggil dan menyapa orang yang bukan keluarga dengan sebutan keluarga.

”Misalnya kita sering memanggil mas, mbak, simbah untuk saudara-saudara kita yang bukan keluarga, panggilan ini nampaknya sepele akan tetapi bisa membuat rukun warga karena sesama warga jadi saling menghormati,” jelasnya

”Dan perlu diketahui panggilan kekeluargaan semacam ini hanya ada di Indonesia, di negara lain tidak ada,” imbuhnya

(Kepala Kanwil Kemenag Jateng Sedang mencontohkan Salam Pancasila)

Upaya merawat kerukunan seperti yang kita lakukan hari ini dengan mengukuhkan desa Somawangi sebagai desa sadar kerukunan ini sudah dimulai di Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2022 melalui Program Merah Marun (Menyemai Ramah Untuk Masyarakat Rukun)

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono menjelaskan alasan dipilihnya Desa Somawangi ini sebagai desa sadar kerukunan

”Pertama di desa Somawangi ini hidup secara berdampingan 3 pemeluk agama, yaitu Islam, Kristen dan Budha, dan ditambah lagi satu Pengamal Kepercayaan Jawa.” ungkapnya

Selain antar pemeluk agama yang hidup saling berdampingan, di desa Somawangi juga belum pernah terjadi konflik antar umat beragama

”Dari dulu desa Somawangi ini sudah rukun, maka dengan ditetapkannya sebagai desa sadar kerukunan maka akan semakin rukun dan bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam menjaga kerukunan,” imbuhnya

Acara launching dan Talkshow Somawangi sebagai desa sadar keruknuan ini ditutup dengan penampilan Wayang Bhineka dengan lakon Wahyu Ketentreman yang menggambarkan kerukuann desa Somawangi (AK)

Skip to content