Kemenag Banjarnegara Adakan Rakor Optimalisasi Pembangunan ZI Pasca Penilaian TPI Itjend Kemenag RI

Banjarnegara (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono memimpin langsung rapat koordinasi optimalisasi pembangunan Zona Integritas (ZI) pasca penilaian Tim Penilai Internal ZI Inspektorat Jenderal Kemenag RI (27/5/2024). Rakor yang digelar di Ruang Rapat Al-Ikhlas ini dihadiri oleh seluruh TIM ZI, Ketua APRI, Ketua IPARI, Ketua Pokjawas Madrasah dan PAI serta ketua Igra Kabupaten Banjarnegara

H. Zahid Khasani selaku Ketua Tim Pembangunan ZI pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam rapat kali ini membacakan 21 rekomendasi hasil penilaian TPI yang dilakukan pada tanggal 13-17 Mei 2024.

“Teman-teman semua, pasca penilaian TPI kemarin, ada 21 rekomendasi dan PR yang harus kita kerjakan bersama-sama dalam tempo yang harus disegerakan,” ucapnya

Zahid Khasani menjelaskan bahwa titik utama dari 21 rekomendasi tersebut adalah ada pada inovasi layanan, buku pengendalian gratifikasi dan dan buku pelayanan prima. Inovasi kita yaitu pojok mbanjar serta kopi seceting harus terus dimasifkan kegiatannya sehingga masyarakat bisa langsung mengenal program inovasi tersebut.

“Harapannya ketika disebutkan nama inovasi layanan tersebut, misal disebutkan kopi seceting oh itu program Kementerian Agama, ketika disebutkan pojok mbanjar oh itu milik Kementerian Agama,” imbuhnya

Di saat bersamaan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H Karsono menjelaskan bahwa setelah membaca secara seksama 21 rekomendasi tersebut, Kepala Kantor menyimpulkan bahwa setidaknya apa yang telah dilakukan selama ini terkait program Zona Integritas ini akan bermuara pada dua hal, pertama pelayanan prima kepada masyarakat dan budaya pelayanan yang baik dan benar.

“Terkait pelayanan prima, kita harus mengubah mindset kita, ASN itu bukan dilayani tapi ASN itu harus melayani, misalnya saja, saya bisa saja membawa nampan dan gelas yang telah saya minum ke belakang, itu tidak masalah,  jadi layanan ini tidak harus menunggu pramubakti,” jelasnya sambil disertai gelak tawa para peserta

Kepala Kantor menambahkan adapun terkait budaya pelayanan ini harus kita reformasi betul-betul, pada umumnya kita sering menunda-nunda pekerjaan, padahal pekerjaan itu bisa diselesaikan dengan cepat.

“Untuk membangun budaya pelayanan memang tidak mudah, namun ternyata membangun budaya pelayanan yang baik itu dimulai dari dipaksa, kemudian terpaksa, kemudian jadi kebiasaan dan akhirnya jadi budaya,” imbuhnya

Di akhir sambutannya, Kepala Kantor berharap apa yang telah kita kerjakan untuk mewujudkan Kantor Kementerian Agama meraih predikat Zona Integritas Menuju WBK-WBBM ini diijabah oleh Allah, Amin, (ak)

Skip to content