Banjarnegara (Humas) – Mengusung tema gaya hidup berkelanjutan, kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5P2RA) MAN 2 Banjarnegara ajak peserta didik X membuat pupuk kompos di lingkungan madrasah (22/5).
Bertempat di masing-masing kelas, peserta didik memperoleh pemahaman untuk memilah sampah yang tergolong dalam kategori organik dan anorganik. Setelahnya, panitia membagikan dua trash bags untuk menampung masing-masing sampah organik dan anorganik yang diperoleh peserta didik. Dipandu oleh fasilitator, peserta didik membuat produk dari kedua jenis sampah tersebut.
Di hari ketiga P5P2RA ini, peserta didik kelas X memiliki agenda untuk menghasilkan produk dari sampah organik berupa pupuk kompos. Masing-masing kelas mendapat fasilitas dari panitia berupa ember komposer dan aktivator EM4. Sehingga dari kegiatan ini didapuk menghasilkan 14 ember pupuk kompos yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kelestarian alam di lingkungan.
Zalia Ndaru, salah seorang peserta didik kelas X mengaku antusias dengan pengalaman pertamanya membuat pupuk kompos. “Ini baru pertama kali saya buat pupuk,” ujarnya. Ia pun menambahkan kisah dibalik perjuangannya dalam pembuatan pupuk kompos ini. “Meski harus effort bawa sampah organiknya karena di madrasah terbatas, tapi tetap asyik buatnya bareng teman-teman,” imbuhnya.
Zalia pun mengungkapkan semangat serupa yang dilakukan oleh teman-temannya. “Bahkan siswa putra kelas kami ke belakang madrasah buat ambil daun kering dan tanah, sampai di kelas baru terasa gatal-gatal,” jelasnya. “Alhamdulillah mereka baik-baik saja, langsung tertangani,” terangnya lagi.
Melihat kegiatan yang dilakukan peserta didiknya, Kepala MAN 2 Banjarnegara, Ridlo Pramono memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatan dari memilah sampah sampai jadi kompos ini membuat anak-anak kita aktif bergerak yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya. Ia pun mengharapkan keberlangsungan aksi peduli lingkungan ini tetap konsisten dan menjadi prestasi madrasah di kemudian hari. “Saya harap bisa dipertahankan, semoga bisa membawa kita menjadi madrasah adiwiyata suatu hari nanti,” harapnya. (ka)

