Kemenag Banjarnegara Akan Luncurkan Program Dokter Sahabat Madrasah

Banjarnegara – Sebagai satker dengan jumlah Sumber Daya Manusia terbesar di jajaran Kemenag Banjarnegara, maka sudah selayaknya madrasah mendapatkan pendampingan kesehatan secara layak.

Demikian dikatakan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Agus Suryo Suripto pada acara Ngobras Sarung (Ngobrol Santai RSI dan Kemenag Untuk Ngayomi Pegawai) Kamis (9/4) di the Etnic Coffe Banjarnegara.

“Sebagai bentuk perlindungan kepada pegawai Kementerian Agama, kami ingin menghadirkan rasa nyaman dan tenang bagi Madrasah baik tenaga pendidik dan kependidikan, utamanya siswa Madrasah dalam bidang Kesehatan,” ungkap Suryo.

Kepala Kantor yang sedang menyelesaikan program Doktor di UIN Walisongo ini menambahkan, acara Ngobras Sarung ini merupakan kelanjutan rencana kerjasama antara Rumah Sakit Islam Banjarnegara dengan Kementerian Agama beberapa hari yang lalu.

“Kami ingin kerjasama ini diwujudkan dalam bentuk program riil yang dapat dirasakan manfaatnya oleh ASN di Kementerian Agama. Dengan jumlah total pegawai lebih dari 700 orang, tentu kerjasama dengan RSI merupakan langkah maju bagi perlindungan kesehatan ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara,” tambahnya.

Pada tahap awal ini, akan diluncurkan program sahabat madrasah terlebih dahulu. Kenapa di madrasah? karena populasi sumber daya manusia yang paling banyak di Satker Kemenag adalah madrasah, yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan dan siswa. Tentu jumlah siswa yang sangat banyak dalam satu lokasi berpotensi terjadi masalah kesehatan.

Sementara itu direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Agus Ujianto mengatakan bahwa program dokter sahabat madrasah akan dititikberatkan pada bagaimana mengedukasi guru dan siswa.

“Sudah kami siapkan tenaga medis baik dokter maupun perawat untuk mendampingi para guru dan siswa di madrasah yang di bawah naungan Kementerian Agama. Pendampingan kami bagi guru meliputi pendampingan kesehatan bagi pendidik dan tenaga kependidikan, kesehatan lingkungan, bagaimana mengelola sanitasi yang baik, dan majemen pengelolaan sampah. Sedangkan pendampingan untuk siswaa meliputi bagaimana mencuci tangan yang benar, menggosok gigi yang benar dan membersihkan diri yang benar,” sambung Ujianto.

“Pada tahapan berikutnya akan kami luncurkan program ini bagi Kepala KUA dan penghulu, penyuluh agama dan pondok pesantren,” imbuh Suryo mengakhiri wawancaranya. (suryo/ak)