Kemenag Banjarnegara Mulai Khataman Dalā’il al-Khayrāt, Semarakkan Gema Selawat Kebangsaan

Banjarnegara (Humas) — Semangat menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H mulai digaungkan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui pembacaan dan khataman kitab Dalā’il al-Khayrāt. Kegiatan hari pertama dilaksanakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam pada Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Karyono, Perencana pada Seksi Bimas Islam Ahmad Solihun, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banjarnegara Soif Toif, Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Banjarnegara, serta JFU Seksi Bimas Islam.

Dalam sambutannya, Karyono menyampaikan bahwa pembacaan Dalā’il al-Khayrāt merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Menteri Agama sekaligus rangkaian kegiatan Blissful Maulid 1448 H melalui Gerakan Nasional Gema Selawat Kebangsaan.

“Para Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat melaksanakan amanat Menteri Agama terkait Asta Protas, salah satunya dengan mengikuti dan menggerakkan pembacaan Dalā’il al-Khayrāt sebagai bagian dari rangkaian Blissful Maulid 1448 H,” ungkap Karyono.

Menurutnya, Dalā’il al-Khayrāt tidak sekadar menjadi bacaan selawat, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang dapat menjadi penerang dan petunjuk bagi umat dalam memahami jati diri serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kitab Dalā’il al-Khayrāt berisi penerang dan petunjuk tentang jati diri kita. Di dalamnya terdapat wirid yang diamalkan dengan pengaturan dan konsentrasi waktu tertentu,” jelasnya.

Pembacaan Dalā’il al-Khayrāt pada hari pertama tersebut dipandu langsung oleh Ketua IPARI Kabupaten Banjarnegara, Soif Toif, dan diikuti bersama oleh para Penyuluh Agama Islam serta jajaran Seksi Bimas Islam.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi selawat di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara sekaligus memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti di lingkungan kantor, tetapi turut dibawa oleh para Penyuluh Agama Islam untuk menggaungkan Gema Selawat Kebangsaan di tengah masyarakat.

(azd)