Kementerian Agama Bekali Pengetahuan Munakahat Siswa SMKN Bawang 1

Dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahanan kepada para remaja usia nikah tentang sakralitas dan kesucian perkawinan dan kewajiban remaja dalam menjaga kesakralan dan kesucian pernikahan itu sendiri perlu adakan Bimbingan Pranikah kepada siswa Sekolah Menengah tingkat akhir. Program ini termasuk program Kementerian Agama RI yang dilaksanakan di berbagai Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Kementerian Agama Kab. Banjarnegara melalui Seksi Bimas Islam menyelenggarakan Bimbingan Pranikah kepada 606 siswa dari SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara, Selasa ini (22/12). Bimbingan tentang Munakahat/ Pernikahan dari Kementerian Agama juga menggandeng Dinas Kesehatan untuk materi Alat Reproduksi dan Kesehatan.

Bimbingan Munakahat dari  Kantor Kementerian Agama melibatkan antara lain Kepala Kantor, Kasubbag TU, dan Penyuluh Fungsional. Sedangkan dari Dinas Kesehatan mewakilkan 5 narasumber dalam bimbingan kali ini.

Dengan perkembangan informasi dan teknologi yang semakin global dan mudah bisa menjadikan informasi tidak terbentung. Perlu adanya filter baik melalui pengetahuan agama khususnya Islam, juga pendidikan kesehatan secara benar dan syar’i.

Remaja yang umurnya sudah cukup memiliki keinginan dan nafsu yang meningkat disamping kedewasaan yang perlu dibentengi dengan “rem” Islam.

Para peserta amat antusias, dikarenakan informasi penting bagi mereka terkait masa depan, dan bagaimana sebuah pemahaman pernikahan langsung dari sumbernya. Secara dasar hukum juga hal yang boleh-tidak boleh, sah-tidak sah dan berbagai masalah yang terjadi dilapangan diterangkan secara “gamblang”.

Info Kesehatan dari Dinas Kesehatan juga amat berarti, bagaimana nikah secara sehat, persiapan kesehatan pra-nikah dan setelah nikah juga dijelaskan.

Secara terpisah Kasi Bimas Islam Zulkifli menyampaikan bahwa kegiatan ini amat diperlukan, “amat riskan usia sekolah tanpa bimbingan agama Islam yang semakin sedikit jam pelajarannya di sekolah” di tegaskan.

Harapan bekal pengetahuan ini bisa di serap dan dipahami bagi siswa akhir sekolah untuk calon pengantin yang siap secara ilmu, agama dan kesiapan mental melalui pengetahuan kesehatan.(Nangim)