Kepala KUA Pejawaran: “Tempat Tugas Jauh, Syukuri dan Nikmati”

Banjarnegara (Humas) – Bertempat di Aula Kantor Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Banjarnegara adakan rapat koordinasi dan pembinaan, Rabu (19/11/2025). Di bawakan oleh Eko Komarudin, acara dibuka dengan basmalah dan selanjutnya menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars IPARI.

Salah satu rangkaian acara pada kegiatan ini juga disampaikan kuliah tujuh menit (kultum). Agus Salam (Penyuluh Agama Islam KUA Pejawaran) menyampaikan kultum diawali dari ajakan untuk mensyukuri nikmat Allah.

“Salah satu cara kita mensyukuri nikmat Allah yaitu mengamalkan dengan perbuatan. Kita harus bersyukur ditakdirkan menjadi seorang ASN, jika dibandingkan dengan saudara-saudara kita yang lain, banyak yang menjadi pekerja kasar dengan upah minim. Oleh karenanya saya mengingatkan khususnya kepada diri saya pribadi dan kepada teman-teman penyuluh untuk senantiasa melaksanakan kerja sesuai dengan tupoksi kita dengan baik sesuai aturan”, terangnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala KUA Pejawaran, Wahid Saifudin selaku tuan rumah kegiatan. Menyambung kultum tentang syukur, dalam sambutannya Wahid memberikan motifasi kepada para penyuluh terkait dengan tempat tugas yang jauh.

“Diantara teman-teman Penyuluh yang hadir disini, mungkin tidak ada yang menyamai saya terkait dengan tempat tugas. Dari 7 Kecamatan di Banjarnegara wilayah “atas” yang biasa disebut “Langitan” semuanya pernah saya tempati tugas di situ. Dan mungkin saya ASN paling sering mutasi di wilayah Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Dimulai dari KUA Kecamatan Pagentan kemudian Pejawaran, Batur, Wanayasa, Kalibening, pernah juga PLT KUA Pandanarum, Karangkobar dan sekarang kembali ke KUA Pejawaran. Mungkin bisa diusulkan ke Museum Rekor Indonesia”, kelakarnya.

Selanjutnya Wahid menyampaikan pengalamannya terkait jauhnya jarak yang harus ditempuh ketika bertugas di KUA Kalibening.

“Saya pernah menghitung, jarak yang harus saya tempuh ketika bertugas di KUA Kalibening pada wilayah desa terjauh, satu perjalanan dari rumah lebih dari 50 km, berarti kalau pulang-pergi 100 km lebih. Dari kisah saya itu, jika teman-teman ada yang merasa  tempat tugasnya jauh, itu belum ada apa-apa dibanding saya. Tempat tugas dimanapun agar bisa melaksanakan tugas dan tidak berkeluh kesah, kuncinya adalah syukuri dan nikmati”, pungkasnya.

(az/ azd)

Skip to content