KUA Pagentan Gelar Penyuluhan di MT Miftahul Jannah, Ajak Jamaah Maknai ‘Tahun Kesedihan’ Melalui Kisah Isra Mikraj

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Gedung TPQ Al-Hikmah Bulu, Kecamatan Pagentan, pada Kamis (8/1/2026). Sebanyak 57 anggota Majelis Taklim (MT) Miftahul Jannah berkumpul untuk mengikuti kegiatan bimbingan penyuluhan agama yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan.

Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, membawa materi yang sangat menyentuh hati bertajuk “Tahun Kesedihan: Kisah Getir di Balik Perjalanan Isra Mikraj.” Tema ini diangkat untuk memberikan penguatan spiritual kepada masyarakat dalam menghadapi dinamika kehidupan yang kian menantang.

Dalam pemaparannya, Syaiful menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan “hadiah” dari Allah Swt., kepada Nabi Muhammad saw., setelah beliau melewati masa-masa tersulit atau Amul Huzni (Tahun Kesedihan). Kehilangan istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman pelindungnya, Abu Thalib, menjadi ujian berat bagi Rasulullah.

Syaiful menekankan bahwa kesedihan adalah bagian dari fitrah manusia, namun tidak boleh membuat seseorang berputus asa.

“Dari peristiwa Isra Mikraj kita bisa belajar, bahwa ketika kita merasa sedih oleh cobaan hidup yang bertubi-tubi, ingatlah bahwa kita bukanlah orang yang pertama mengalaminya. Banyak orang lain sebelum kita yang pernah mengalaminya,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.

Ia menambahkan bahwa hikmah utama dari kisah ini adalah keyakinan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, dan kedekatan dengan Sang Pencipta adalah kunci utama dalam meraih ketenangan jiwa.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta yang mayoritas adalah ibu-ibu warga Bulu Pagentan. Turah, selaku Ketua MT Miftahul Jannah Bulu Pagentan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan rutin yang dilakukan oleh pihak KUA.

“Kami merasa sangat bersyukur dengan adanya bimbingan ini. Materi yang disampaikan Pak Syaiful sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, memberikan kami semangat baru untuk tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi setiap ujian keluarga maupun ekonomi,” ungkap Turah.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih sejam tersebut diakhiri dengan doa bersama dan diskusi interaktif. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat di wilayah Pagentan. 

(msa/ azd)

Skip to content