Kurikulum 2013 Membutuhkan Perubahan Mindset

Kurikulum 2013/ Kurtilas merupakan program pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan secara nasional di sekolah juga madrasah. Secara filosofi pelaksanaan Kurtilas disertai dengan perubahan nilai, perubahan instrumen, perubahan paradigma serta perubahan mindset.

Pemikiran tersebut di sampaikan sebagai pembuka Kepala Kantor Kementerian Agama kab. Banjarnegara, Farhani pada kegiatan Bimtek Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Angkatan 1. 

Untuk Angkatan 1,  diundang 40 peserta Guru PAI PNS maupun Non-PNS pada Sekolah Dasar yang belum mengikuti Bimtek Kurikulum 2013. Kegiatan merupakan agenda Seksi PAI Kementerian Agama Banjarnegara dalam sosialisasi Kurikulum 2013 yang terselenggara di Hotel Surya Banjarnegara Senin ini (2/11).

Perubahan Mindset secara Aksiologi terjadi disebabkan perubahan aspek kualitatif, efektivitas, dan efisiensi. Didalamnya memuat tata kelola kurikulum Pendidikan Nasional, metodologi educative-learning and teaching process, Pola berfikir, sikap dan perilaku guru dalam cara mengajar serta manajemen pendidikan dan pembelajaran.

Pada Kurikulum 2013 guru di bebankan administrasi “dan administrasi ini wajib di kerjakan” ditegaskan Farhani. Administrasi Guru ini berisi pengukuran keberhasilan pendidikan yang akan dijadikan bahan evaluasi.

Perubahan pelayanan di Kemenag lebih baik dengan 5 Tata Nilai Kementerian Agama juga berpengaruh segala hal baik secara fungsional maupun struktural.

Mengakhiri materi, Farhani sebagai Guru PAI harus berbesar hati, bekerja secara iklhas, sabar dan minset pengajar perlu diselaraskan. Hal tersebut membawa keberhasilan pendidikan bidang yang diajarkan yang mendukung terciptanya tujuan pendidikan nasional yang dicanangkan pemerintah.

Terkait TPG diharapkan jangan terlambat bagi guru yang mengajukan selama sudah memenuhi syarat akan segera dicairkan, janji Kankemenag. Rencana Bimtek diadakan untuk 3 (tiga) Angkatan sesuai peserta guru PAI SD se-Kabupaten Banjarnegara (Nangim).