MA Al Hidayah 1 Purwareja Klampok Adakan Pesantren Ramadhan

Banjarnegara – Memasuki bulan Ramadhan 1442 H / 2021 M, MA Al – Hidayah 1 Purwareja Klampok menggelar Pesantren Ramadhan. Kegiatan pembukaan pesantren Ramadhan 1442 H dilaksanakan (15/4), dan dibuka oleh Kepala Madrasah MA Al – Hidayah 1 Purwareja Klampok, H. Basirun Akhmad.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT”, ujarnya.

Pada kegiatan Pesantren Ramadhan tahun ini MA Al – Hidayah 1 Purwareja Klampok mengangkat tema “Meraih Kesucian Hati Memperbaiki Diri dengan Semangat Ngaji dan Mengkaji di Bulan Suci”.

Pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan diadakan menjadi 2 kegiatan, yaitu kegiatan di Madrasah dan di Rumah masing-masing sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa – siswi MA Al-Hidayah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

Untuk kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di Madrasah pada minggu pertama diikuti oleh siswa kelas X dan dilaksanakan di Aula lantai 3 MA Al – Hidayah 1 Purwareja Klampok dengan menerapkan protokol kesehatan.

Waka kesiswaan, M. Fuad Arief menyampaikan kegiatan Pesantren Ramadhan di Madrasah dimulai tanggal 15 April – 8 Mei.

“Ada beberapa materi yang sudah disiapkan untuk kegiatan Pesantren Ramadhan ini diantaranya Lecture, Qira'ah, Kajian Kitab Kuning, Pidato, Keimanan dan Ketaqwaan, Motivasi dan Kajian Ilmiah dan ditutup dengan Games, yang mana pemateri dalam kegiatan ini adalah guru MA Al Hidayah 1 Purwareja Klampok. Khusus untuk materi Qira'ah kita mengundang guru yaitu Bapak Thorikin,” terangnya.

Sedangkan untuk kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di Rumah diikuti oleh siswa yang tidak dijadwalkan mengikuti Pesantren Ramadhan di Madrasah, dengan ketentuan membaca Al – Qur'an minimal 1 khataman setiap kelas dalam satu minggu, serta membuat catatan kegiatan selama Ramadhan berupa rangkuman materi kultum/pengajian setiap hari baik yang dilaksanakan secara langsung di daerah masing-masing/ secara online apabila tidak ada pelaksanaan kultum/pengajian di daerah tersebut. (ma/ak)