MATAMUDA MIFABARA Resmi Dibuka, Tanamkan Akhlak Mulia, Prestasi, dan Kepedulian Lingkungan Sejak Hari Pertama

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) secara resmi membuka kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Berakhlakul Mulia, Berprestasi, dan Peduli Lingkungan.” Kegiatan pembukaan berlangsung meriah dan penuh makna, diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh panitia MATAMUDA.(13/7)

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MIFABARA,  yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta didik menjadikan MATAMUDA sebagai langkah awal untuk mengenal madrasah, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat belajar dan kecintaan terhadap lingkungan. Beliau menegaskan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk pribadi yang berakhlakul karimah, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama serta alam sekitar.

Sebagai tanda dimulainya rangkaian MATAMUDA, dilakukan prosesi simbolis berupa penanaman pohon, pelepasan anak ayam, dan memberi makan ayam bersama-sama. Ketiga kegiatan tersebut menjadi simbol pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada seluruh peserta didik sejak hari pertama berada di lingkungan madrasah.

Penanaman pohon mengandung makna bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat, bermanfaat, dan memberikan kehidupan bagi sekitarnya. Layaknya pohon yang membutuhkan air, sinar matahari, dan perawatan agar tumbuh subur, peserta didik juga memerlukan ilmu, bimbingan, kasih sayang, serta doa dari guru dan orang tua agar kelak menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Pohon yang ditanam hari ini diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang dirawat dengan konsisten akan menghasilkan manfaat yang besar di masa depan.

Prosesi pelepasan anak ayam menjadi simbol harapan agar seluruh peserta didik memiliki keberanian untuk melangkah, semangat dalam belajar, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Anak ayam yang dilepas melambangkan awal perjalanan untuk terus belajar, berkembang, dan menghadapi tantangan dengan penuh rasa percaya diri.

Sementara itu, kegiatan memberi makan ayam bersama-sama mengajarkan nilai kasih sayang terhadap makhluk hidup, rasa tanggung jawab, kepedulian, dan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Melalui kegiatan sederhana tersebut, peserta didik dikenalkan bahwa mencintai lingkungan bukan hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam merawat dan menghargai setiap makhluk ciptaan Allah SWT.(nas)

Skip to content