Banjarnegara (Humas) – Aroma suci bulan Ramadan yang kian mendekat mulai terasa di Desa Plumbungan. Dalam semangat menyambut bulan penuh ampunan tersebut, Majelis Taklim Al Hidayah menggelar pengajian rutinan yang menghadirkan Alfiana Nurhidayah, Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Pagentan. Acara yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026), pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini, menjadi momentum krusial bagi warga untuk mempersiapkan diri secara batiniah.
Bertempat di gedung Majelis Taklim Al Hidayah, puluhan jamaah tampak memadati ruangan dengan penuh antusias. Hadir di tengah-tengah mereka, Ibu Siti Maftuhah selaku Ketua Majelis Taklim Al Hidayah, serta Ketua RT setempat yang turut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan positif ini.
Dalam tausiyahnya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah madrasah bagi jiwa. Ia mengajak para jamaah untuk mulai membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, dan sombong sebelum memasuki garis start Ramadan.
“Ramadan adalah tamu agung yang hanya singgah sebentar. Kita tidak mungkin menyambut tamu mulia di rumah yang kotor. Begitu pula dengan hati; bersihkan ia dengan tobat dan saling memaafkan agar keberkahan puasa benar-benar meresap ke dalam sanubari,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jamaah.
Beliau juga memaparkan fikih praktis mengenai puasa dan pentingnya meningkatkan manajemen waktu agar ibadah wajib dan sunah dapat berjalan beriringan dengan tugas rumah tangga.
Siti Maftuhah selaku Ketua Majelis Taklim menyampaikan rasa syukur atas kehadiran penyuluh yang memberikan pencerahan bagi anggotanya. Menurutnya, ilmu yang disampaikan sangat relevan untuk menjaga semangat ibu-ibu di Desa Plumbungan dalam menghidupkan malam-malam Ramadan nantinya.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Ketua RT yang turut hadir memberikan kesannya terhadap kegiatan ini:
“Kegiatan penyuluhan seperti ini sangat penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Dengan ilmu yang dibagikan oleh Ibu Alfiana, kami merasa lebih siap secara mental dan spiritual untuk menjadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi tanya jawab yang interaktif. Kehangatan tampak menyelimuti wajah para jamaah saat bersalaman di penghujung acara, membawa pulang bekal ilmu yang diharapkan mampu mengubah rutinitas Ramadan menjadi transformasi diri yang hakiki.
(an/azd)







