Menguatkan Aqidah, Memperindah Akhlak: Penyuluh KUA Wanadadi Bangkitkan Spirit Hijrah di Majelis Taklim Nurul Hikmah Tapen

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Wanadadi melalui Penyuluh Agama Islam Darojat terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan.  Hal ini tampak dalam kegiatan Majelis Taklim Nurul Amin yang digelar di Aula Al Hidayah Desa Tapen pada Rabu (29/4/2026).

KUA Wanadadi memandang majelis taklim sebagai salah satu sarana strategis dalam membangun kualitas keimanan dan akhlak umat. Melalui kegiatan ini, materi tentang ciri-ciri utama Muslim yang sempurna disampaikan secara mendalam dan menyentuh hati para jamaah.

Dalam penyampaiannya, Darojat mengajak para jamaah untuk merenungi kembali hakikat menjadi seorang Muslim sejati. Ia menegaskan bahwa kesempurnaan seorang Muslim tidak hanya diukur dari ibadah ritual semata, tetapi juga dari akhlak, aqidah, serta bagaimana menjaga hubungan dengan sesama.

“Seorang Muslim sejati adalah mereka yang mampu menjaga lisan dan tangannya, sehingga orang lain merasa aman dari ucapan dan perbuatannya. Inilah fondasi dasar yang seringkali kita anggap sederhana, padahal sangat menentukan kualitas keimanan kita,” ujar Darojat dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya memiliki aqidah yang bersih (salimul aqidah), yakni keyakinan yang murni hanya kepada Allah SWT serta menjauhi segala bentuk kesyirikan. Ia juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga kualitas ibadah, baik yang wajib maupun sunnah, sesuai tuntunan Rasulullah saw.

Tak hanya itu, Darojat menyoroti pentingnya akhlak yang kokoh (matinul khuluq), seperti kejujuran, amanah, rendah hati, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, akhlak adalah cermin nyata dari keimanan seseorang.

“Kesempurnaan iman akan tampak dari akhlak kita. Jika lisan kita lembut, sikap kita santun, dan hati kita bersih, insyaAllah itulah tanda-tanda Muslim yang dirindukan surga,” ungkapnya dengan nada haru.

Dalam materi tersebut, jamaah juga diajak untuk terus berupaya meninggalkan segala larangan Allah sebagai bagian dari proses hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Selain itu, konsep mencintai dan membenci karena Allah menjadi penegasan bahwa setiap sikap hidup harus dilandasi keimanan.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari para jamaah yang tampak khidmat menyimak setiap pesan yang disampaikan. Interaksi hangat dan refleksi diri menjadi warna tersendiri dalam majelis yang sarat nilai spiritual tersebut.

Di akhir kegiatan, Darojat mengajak seluruh jamaah untuk terus istiqamah dalam menapaki jalan kebaikan.

“Mari kita terus memperbaiki diri, sekecil apa pun langkahnya. Karena sejatinya, Allah melihat kesungguhan kita dalam berproses menjadi hamba yang lebih baik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keislaman yang telah disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membentuk pribadi Muslim yang utuh dan berakhlak mulia. KUA Wanadadi berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam penguatan kehidupan keagamaan.

Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, mencerahkan, dan menguatkan kehidupan umat menuju masyarakat yang religius dan harmonis.

(NN/azd)

Skip to content