MI Al Fatah Parakancanggah Ikut Serta MVC 2021 Kemenag RI

Banjarnegara– MI Al Fatah ikuti lomba Madrasah Vlog Competition (MVC) Kementerian Agama RI yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dan mengasah kreatifitas perpaduan antara seni, pesan moral, dan teknologi  (18/5)

Berdasarkan pengumuman dari Kemenag RI No: B-1020/DJ.I/Dt.I.I/HM.00/04/2021tentang pelaksanaan Madrasah Vlog Competition 2021, maka kepala madrasah, Durotun Nafisah berharap peserta didik MI Al Fatah Parakancanggah dapat mengikuti lomba tersebut.

“Ini merupakan salah satu wadah atau fasilitas yang baik untuk menyalurkan bakat, potensi, dan kreativitas anak-anak di zaman milenia ini sekaligus sebagai syi’ar pendidikan di madrasah,” tuturnya.

Dengan sigap dan tanggap, tim media MI Al Fatah segera menyeleksi peserta didik yang mempunyai kemampuan multitalent dan menyiapkan draft narasi dan konsep konten videonya. MI Al Fatah mengirimkan dua karya Vlog dengan tema ‘Terpaksa di Madrasah’ dan ‘Ayo Belajar di Madrasah’.

Vlog yang berdurasi maksimal 3 menit, bukanlah hal yang mudah dalam penggarapannya, “Alhamdulillah berkat kerjasama yang baik antara tim media dengan para wali murid peserta lomba Vlog, kami dapat menyelesaikan konten video dengan baik dan lancar,” ungkap Nani selaku koordinator tim media.

Dan tentu melalui tahap evaluasi dan koreksi dari kepala madrasah, kami berhasil mengupload dua karya terbaik dalam kompetisi ini, imbuhnya.

Video yang lolos seleksi tahap pertama akan diunggah di channel youtobe “Direktorat KSKK Madrasah”. Peserta yang lolos seleksi tahap pertama diperbolehkan mempromosikan videonya.
“Semoga karya Vlog dari madrasah kami masuk 30 besar”, harap Shofi kameramen tim media.

Arif selaku salah satu guru di MI AL Fatah memohon do’a dan dukungan dari semua pihak, semoga melalui kompetisi ini dapat memacu motivasi para peserta didik madrasah untuk semakin kreatif dan inovatif, khususnya dalam membentuk generasi muda yang cakap serta menjadi vloger sekaligus influencer dengan menghadirkan konten-konten positif.

Ucapan terimakasih, bangga, dan haru juga diungkapkan oleh beberapa wali murid dan mereka menyampaikan, bahwa tidak salah menyekolahkan anak kami di madrasah, bukan saja ilmu agama yang sangat komplek namun juga pola pendidikannya menyesuaikan dengan perkembangan anak di zamannya, sehingga anak-anak mampu menguasai IPTEK bukan IPTEK yang menguasai anak-anak. (nasd/mnh)