Jakarta (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Madrasah yang akrab dikenal sebagai Madtsansa ini menjadi salah satu peserta terpilih dalam kegiatan Diseminasi dan Apresiasi Praktik Baik Madrasah yang Menerapkan UKSM, Adiwiyata, dan PJAS yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Minggu–Selasa (16–18/11), bertempat di Grand 7 Hotel Kemayoran, Jakarta.
Kegiatan nasional ini diikuti oleh perwakilan madrasah dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk MTs Negeri 1 Banjarnegara yang masuk dalam daftar undangan resmi untuk kategori madrasah menerapkan UKSM. Undangan tersebut tertuang dalam surat bernomor B-561/Dt.I.I/HM.01/11/2025 yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendis.
Dalam kesempatan itu, MTs Negeri 1 Banjarnegara diwakili oleh Kepala Madrasah H. Yatiman yang menyampaikan diseminasi praktik baik pelaksanaan Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman. Paparannya mendapat apresiasi karena mampu menunjukkan konsistensi madrasah dalam memastikan lingkungan dan konsumsi siswa tetap sehat, hingga akhirnya berhasil lolos ke tahap penilaian nasional program PJAS Aman.
Dalam sesi diseminasi, H. Yatiman memaparkan implementasi PJAS Aman di Madtsansa yang terintegrasi dengan pendidikan karakter, penguatan UKS, serta sinergi dengan para pedagang kantin dan jajanan sekitar madrasah. Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memenuhi indikator lomba, tetapi menjadi budaya sehat yang dibangun secara berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mengedukasi siswa, tetapi juga para pedagang. Semua melalui pembinaan, pendampingan, hingga evaluasi rutin. Tujuan kami jelas: anak-anak Madtsansa harus mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bebas bahan berbahaya,” ungkap H. Yatiman.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Madtsansa mencapai tahap penilaian nasional adalah buah dari kerja bersama seluruh warga madrasah dan dukungan Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.
Pada acara puncak apresiasi, MTs Negeri 1 Banjarnegara menerima apresiasi dana pembinaan sebesar Rp3.500.000 sebagai madrasah peserta lomba PJAS Aman tingkat nasional. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas inovasi dan komitmen madrasah dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan peserta didik.
Ketua Tim PJAS Madtsansa, H. Nurwachidin Supriyatno, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi tersebut.
“Ini bukan sekadar penghargaan finansial, tetapi pengakuan terhadap kerja keras seluruh tim. Dana pembinaan ini akan kami gunakan untuk memperkuat sarana edukasi dan monitoring PJAS, agar gerakan pangan sehat semakin membudaya di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Muhammad Subhan, memberikan apresiasi khusus atas prestasi Madtsansa dalam forum nasional tersebut.
“Kami bangga MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali membawa nama baik Kabupaten Banjarnegara di tingkat nasional. Kegiatan diseminasi ini bukan hanya wadah berbagi praktik baik, tetapi menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana madrasah kita siap menjawab tantangan kesehatan lingkungan sekolah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa program UKSM, Adiwiyata, dan PJAS merupakan bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Selama tiga hari kegiatan, para peserta mengikuti materi terkait kebijakan Ditjen Pendis, tata kelola UKSM, program Adiwiyata, serta penyelenggaraan PJAS yang disampaikan oleh para narasumber dari Kemenkes, KLHK, dan BPOM.
Bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara, rangkaian kegiatan ini menjadi penguatan penting untuk terus mengembangkan program kesehatan sekolah secara lebih sistematis.
“Kami membawa pulang banyak pengalaman dan strategi baru. Ini akan kami terapkan untuk meningkatkan standar UKS, memperkokoh komitmen Adiwiyata, dan memperluas praktik PJAS Aman,” jelas H. Yatiman.
Sementara itu, H. Nurwachidin menegaskan bahwa tim PJAS Madtsansa siap melakukan penguatan program dengan pendekatan lebih partisipatif.
“Kami akan semakin menggerakkan siswa sebagai agen perubahan. Edukasi kesehatan harus mengalir dari siswa, guru, hingga masyarakat,” katanya.
Partisipasi dan apresiasi yang diterima MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam kegiatan nasional ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam menjaga mutu pendidikan sekaligus kesehatan lingkungan belajar. Semangat untuk terus berinovasi dan berbagi praktik baik menjadi energi baru bagi Madtsansa untuk melangkah menuju madrasah sehat, unggul, dan berdaya saing nasional. (Lin/La)







