Pecah! Keharuan Iringi Pamitan Jurnalis Madtsansa

Banjarnegara – MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai satu-satunya madrasah di Banjarnegara yang tergabung dalam sekolah aktif Literasi tingkat nasional tentu didukung oleh banyak komponen. Salah satunya adalah memiliki tenaga kependidikan yang handal di bidang literasi. Konsistensi ini pun terbukti dengan publikasi berita yang tidak setengah hati. Tim jurnalis di bawah biro Kehumasan Madtsansa setiap tahunnya telah membuktikan kinerjanya.

Rizki Nur Farida, salah satu jurnalis dan guru Bahasa Indonesia yang berhasil digembleng oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Rabu (30/8) resmi mengundurkan diri untuk melanjutkan baktinya di Kota Kudus.

Eko Widodo selaku kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam sambutannya pada kegiatan pamitan menyampaikan terima kasihnya atas perjuangan dan pengorbanan.

“Terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan Bu Farida selama kurang lebih 3 tahun di Madtsansa. Memajukan literasi dan publikasi berita hingga menggeliatkan semangat Pramuka Madtsansa. Semoga di tempat baru nanti, Bu Farida akan terus dapat berprestasi.” Pesan Eko Widodo.

Dalam pamitannya yang berurai airmata, Rizki Nur Farida menyampaikan permohonan maaf dan terima kasihnya.

“Mohon maaf tidak dapat melanjutkan perjuangan di Madtsansa tercinta. Di sini saya dilahirkan sebagai guru dan jurnalis yang tahan banting. Terima kasih atas berjuta ilmu dan kesempatan yang luar biasa telah diberikan kepada saya. Tak akan cukup berjuta kata mewakili perasaan dan terima kasih saya,” ucap Farida terbata-bata.

“Mohon doa restu agar saya dapat menjaga ilmu yang saya peroleh di Madtsansa untuk saya bawa ke Kudus. Semoga seluruh keluarga besar Madtsansa senantiasa dalam lindungan Allah Swt untuk terus mendidik generasi Banjarnegara yang Soleh dan Soleha. Terima kasih Madtsansa,” pungkasnya.

Linara secara terpisah menyampaikan kesedihannya tidak dapat ikut melepas salah satu jurnalis andalannya.

“Kebetulan sedang tidak bisa hadir di Madrasah. Sedih sekali…tidak ikut melepas mba Farida. Saya paham betul dengan perkembangan karirnya di Madtsansa. Dia pejuang tangguh, disiplin dan sangat bisa diandalkan. Meski sangat berat melepas mba Farida, namun kita paham bahwa perjuangan baru telah menantinya di Kudus.  Semoga selalu sehat dan teruslah bersemangat menulis. Bismillah, silaturahmi kita akan abadi,” pesan Linara untuk Rizki Nur Farida.

Sementara Risky Arbangi Nopi yang merupakan sahabat dekatnya di Madtsansa mengaku akan sangat kehilangan.

“Saya tentu merasa kehilangan salah satu sahabat terbaik di Madtsansa. Kami masuk di Madtsansa bersama jadi rasanya udah seperti saudara sendiri. Kita bersama mengelola kelas unggulan menulis, bersama mengejar berita dan hampir ke mana mana bareng. Tapi masa depan memang selalu memiliki rahasia, semoga bahagia akan menjadi akhirnya. Sukses selalu untukmu sahabatku…” ungkap Arbangi sembari berair mata.

Kegiatan pamitan dilaksanakan di ruang guru selepas jama’ah sholat Dzuhur dan diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Fy)