Pemerintah Uji Coba Gelang GPS Untuk Jamaah Lansia

Pemerintah tahun ini akan mulai ujicoba penggunaan Global Positioning System (GPS) dengan memasang chip pada gelang jamaah haji, sebagaimaan disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  Rabu (27/04) saat diskusi dengan Jajaran Pimpinan Redaksi TVOne di NEWSONE Meeting Room, Jakarta. Namun, penggunaan gelang ber-GPS ini baru akan diujicobakan pada jamaah haji lansia. Ikut mendampingi Menag, Staf Khusus Bidang Media Hadi Rahman, Kabiro Umum Syafrizal, dan Sesmen Khoirul Huda.

Penggunaan GPS dimaksudkan untuk memudahkan proses monitoring, tidak hanya terkait keberadaan jamaah lansia, tapi juga riwayat kesehatannya. Seluruh medical record jamaah lansia akan disimpan dalam sebuah chip untuk memudahkan proses pemeriksanaan kesehatan mereka. “kita uji coba kalau sakit datang ke BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia), klinik maktab, atau lainnya itu sudah tidak perlu lagi bawa buku atau dilihat medical recordnya, cukup baca chipnya saja,” kata Menag.

Dalam pemberikan gelang jamaah haji Indonesia yang digunakan pada tahun lalu   Kemenag akan meningkatkan kualitas gelang agar tidak terlalu mudah lepas,  mudah bengkok. Terkait hal ini sedang dicari mana yang moderat. 

Kebijakan baru Kementerian Agama pada penyelenggarana haji tahun ini adalah mengakhirkan proses pengundian (qurah) kloter jamaah haji Indonesia, qurah rencana dilakukan setelah seluruh proses pengurusan visa jamaah haji Indonesia selesai. Hal ini sebagai evaluasi persoalan haji tahun lalu dengan pemberlakuan e-Hajj oleh Pemerintah Saudi Arabia. 

Menag Lukman juga memastikan bahwa Kemenag bersama Komisi VIII DPR RI telah bersepakat mengenai upgrade bus antar kota perhajian pada haji tahun ini. Kesepakatan ini penting untuk memastikan jamaah haji Indonesia mendapatkan layanan transportasi darat terbaik selama di Tanah Suci.

Menurut Menag, kesepakatan upgrading bus pada tahun ini merespon problem adanya bus jamaah haji yang rusak dan mogok pada penyelenggaraan haji tahun lalu, khususnya pada pemberangkatan gelombang pertama dari Madinah ke Makkah. “Untung kami segera rapat dengan DPR di sana untuk mengupgrade ini. Alhamdulillah gelombang kedua dari Makkah ke Madinah busnya sudah bagus-bagus,” tuturnya sebagaimana dilansir  portal web Kemenag RI .

editing from http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=358822