Pengawas TK Kecamatan Pandanarum Apresiasi Penyuluh Agama Islam: Bentuk Sinergi Pendidikan Karakter Sejak PAUD

Banjarnegara (Humas) – Komitmen membangun karakter anak melalui sinergi antara pendidikan agama dan pendidikan formal terus diperkuat di Kecamatan Pandanarum. Hal ini tampak dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam yang digelar di PAUD Mentari Beji Wetan, Kamis Pagi (09/10) oleh dua Penyuluh Agama Islam yaitu Yulis dan Turno.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh 20 wali murid, dan mengangkat tema “Menghindari Pola Asuh yang Tidak Sesuai dengan Ajaran Islam”. Dalam suasana penuh keakraban, para penyuluh menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak melalui pola asuh Islami yang lembut namun tegas.

Yang menjadikan kegiatan ini semakin istimewa adalah kehadiran langsung Pengawas TK/PAUD dan SD Kecamatan Pandanarum yaitu Joko Susilo yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para penyuluh dalam menyentuh langsung kalangan orang tua di lembaga PAUD.

“Langkah seperti ini sangat strategis. Pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Peran orang tua harus dikuatkan, dan penyuluh agama hadir untuk itu. Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini,” ungkap Joko Susilo dalam sambutannya.

Menurut Joko, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan orang tua dalam membangun fondasi moral dan spiritual anak sejak usia dini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala dan menjangkau lebih banyak PAUD di wilayah Pandanarum.

Dalam penyampaiannya, Yulis menekankan pentingnya kasih sayang dan konsistensi dalam mendidik anak. Sementara itu, Turno menjelaskan bahwa pola asuh yang tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti kekerasan verbal, ancaman, atau terlalu memanjakan—dapat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, baik secara psikologis maupun spiritual.

Para peserta tampak antusias dan terlibat aktif dalam diskusi. Beberapa wali murid bahkan menyampaikan pengalaman pribadi serta mengajukan pertanyaan seputar pengasuhan anak dalam konteks keluarga modern saat ini.

Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi singkat serta ajakan untuk terus menjalin komunikasi antara guru, orang tua, dan penyuluh agama. Dengan kegiatan ini, diharapkan pendidikan anak usia dini tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan spiritualitas yang kuat sejak dini. (ev, azd)

Skip to content