Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Sampaikan Materi Husnuzan di Majelis Taklim An Nur Kaliwungu

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim An Nur Desa Kaliwungu pada Rabu (14/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mushola An Nur, Desa Kaliwungu, ini diikuti oleh jamaah ibu-ibu dengan penuh antusias dan suasana yang khidmat. 

Penyuluhan keagamaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Pada kesempatan ini, Hendriyanto menyampaikan materi bertema “Husnuzan, Ibadah Hati yang Membuat Hidup Lebih Tenang”. Materi ini menekankan pentingnya membiasakan prasangka baik kepada Allah SWT, sesama manusia, dan berbagai peristiwa kehidupan sebagai wujud ibadah hati. Sebelumnya beliau juga menyampaikan keutamaan bulan Rajab.

Dalam pemaparannya, Hendriyanto menjelaskan bahwa husnuzan memiliki peran penting dalam membentuk ketenangan batin dan keharmonisan sosial. “Husnuzan adalah sikap hati yang sangat mulia. Dengan berprasangka baik kepada Allah Swt, kita akan lebih ikhlas menerima ketentuan-Nya dan terhindar dari kegelisahan yang berlebihan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa husnuzan kepada sesama manusia dapat mempererat ukhuwah dan mencegah konflik sosial. Menurutnya, banyak persoalan dalam kehidupan bermasyarakat berawal dari prasangka buruk yang tidak disertai dengan klarifikasi. “Dengan membiasakan husnuzan, hubungan antarindividu akan terjaga dan kehidupan menjadi lebih damai,” tuturnya.

Ketua Majelis Taklim An Nur, Ibu Turyati, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja yang telah memberikan pencerahan keagamaan kepada jamaah. “Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Husnuzan menjadi pengingat bagi kami untuk selalu berpikir positif dan berserah diri kepada Allah,” ujarnya.

Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh makna. Jamaah tampak aktif menyimak materi dan mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Penyampaian materi yang komunikatif membuat pesan keagamaan mudah dipahami dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja berharap Majelis Taklim An Nur dapat terus menjadi wadah pembinaan keagamaan yang menumbuhkan ketenangan hati dan akhlak mulia. KUA Mandiraja berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis. 

(ds/m)

Skip to content