Rampak Bedug dan Pengajian Sambut Pergantian Tahun

PHBI Banjarnegara sukses menghadirkan KH. Anwar Zahid di Banjarnegara dalam rangka menyambut 1 Muharrom 1437 Hijriah pada Senin (12/10) melalui Pengajian di Alun-alun Kota. Saat pergantian tahun kaum muslimin dan muslimat Banjarnegara di undang juga pada malam pergantian Tahun Hijriah Selasa kemarin (13/10).

Bertempat di Masjid Agung An-Nur malam pergantian tahun disambut dengan Rampak Bedug dan Pengajian yang disampaikan Ustazd Afit Juliet mewakili Takmir Masjid Agung An-Nur. Acara yang dilaksanakan sore menjelang magrib sekitar jam 17.00 WIB. Hadir dalam acara, Wakil Bupati Banjarnegara, Sekda, Forkompinda, SKPD, Kepala Kemenag, unsur Ormas Islam dan undangan dan masyarakat Banjarnegara dan sekitar.

Dalam sambutan Bupati Banjarnegara yang di wakili Kabid Kesra, Wahyono menegaskan bahwa kegiatan penyambutan malam pergantian tahun harus tetap di lestarikan. “Keimanan dan keislaman kita harus kita syukuri. Itu acara ini merupakan salah satu sampel (contoh) bukti rasa syukur”, disampaikan.

Saat magrib berkumandang, dibacakan do’a akhir tahun oleh KH. Syafi mewakili unsur MUI yang dibacakan 3 kali. Doa yang berisi permohonan ampunan kepada Allah SWT atas segala perbuatan selama 1 tahun serta memohonkan ridhoNya atas janji pahala diamini oleh undangan.

Masuknya 1 Muharram 1437 H ditandai Rampak Bedug yang di awali pemukulan bedug oleh, Forkompinda dan Kepala Kemenag, Farhani, dilanjutkan para undangan dan tamu undangan. Suara bedug yang “rampak” menambah sensasi dan semarak acara.

Setelah sholat magrib berjamaah seluruh undangan bersama-sama, berdoa awal tahun, dilanjutkan pengajian dengan Tema “Muharrom wahana muhasabah dan resolusi syakiyah Islam dan Kepribadian Islam”.

Muhasabah perlu dilakukan terhadap perbuatan baik maupun tidak baik. Hal ini sebagai perbaikan dan evaluasi apalagi menyongsong lembaran baru. Sehingga dalam menjalankan tahun 1437 Hijriah nantinya akan lebih baik lagi dan bermanfaat. Disampaikan dalam tausiyah.

Berbagai contoh telah banyak di gambarkan dalam cerita-cerita bukti tradisi dan kepribadian Islam dari Sahabat Nabi dan orang terdahulu. Tradisi yang baik tersebut mari diikuti, disampaikan dan dilakukan dalam hidup di masyarakat demi terciptanya silaturahim.

Termasuk rangkaian acara juga diselenggarakan gebyar seni Islami di depan Masjid Annur. Yang mengundang pecinta musik Islam, seni Islam dari berbagai daerah, remaja masjid dan grup sholawat