Siap PTM, Guru dan Pegawai MTs Negeri 2 Banjarnegara Jalani vaksinasi Covid-19

Banjarnegara – Segenap guru dan tenaga kependidikan MTs Negeri 2 Banjarnegara melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Puskesmas 2 Banjarenegara. Kegiatan vaksinasi yang diikuti oleh semua guru dan pegawai ini dilakukan jelang uji coba pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan pada 5-16 April (3/4).

Alur vaksinasi dimulai dari pendataan, pendaftaran dan pencocokan KTP dengan database. Selanjutnya pengecekan suhu badan, tensi kemudian scrining dengan cara ditanyai mengenai riwayat alergi, penyakit, dan riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dalam 14 hari sampai 1 bulan terakhir.

Ada hal yang sangat menentukan boleh tidaknya seseorang untuk divaksin, antara lain suhu badannya di atas 37,7 derajat, ibu menyusui yang anaknya belum genap usia 2 bulan dan tensi tinggi. Tidak heran jika ada guru dan pegawai yang harus menunggu karena tensinya tinggi dan harus diturunkan bahkan ditunda jadwal vaksinasinya.

Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara, Ratna Ayu Kartika Wulan  mengatakan, bahwa kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan hari ini, merupakan komitmen Madrasah kami untuk memproteksi para guru dan tenaga kependidikan sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita berharap dengan vaksinasi ini seluruh guru dan pegawai MTs Negeri 2 Banjarnegara senantiasa sehat dan pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan,” Ujar Ratna

Vaksinasi diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan sangat berguna untuk persiapan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).  “Alhamdulillah vaksinasi tahap pertama berjalan dengan lancar. Dari jumlah 69 guru dan tenaga kependidikan, tercatat 50 guru dan 15 pegawai telah berhasil divaksin, 4 guru dan pegawai terpaksa belum divaksin karena tensi tinggi, sedang masa menyusui dan  sakit. Insya Allah untuk vaksinasi tahap kedua akan dilakukan pada 20 April mendatang,” imbuh Ratna

Ratna berharap, vaksinasi ini akan menjadikan bangsa kuat dan sehat. “Kami berharap guru, pegawai dan peserta didik selalu dalam kondisi sehat, pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan dengan aman, nyaman dan menyenangkan dan bapak-ibu guru dapat kembali memotivasi siswa-siswinya untuk belajar dan berprestasi,” katanya. (nafis/ak)