Banjarnegara (Humas)— Pengelola Bengkel Hati Mandiraja melaksanakan kegiatan silaturahmi ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Banjarnegara dalam rangka membangun sinergi lintas sektoral. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kolaborasi dalam pembinaan kelompok rentan di masyarakat. (17/4/2026)
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat koordinasi antara lembaga sosial masyarakat dengan pemerintah daerah, sekaligus menyusun konsep bersama dalam pelaksanaan program pembinaan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata. Fokus utama pembahasan adalah upaya pendampingan terhadap kelompok rentan seperti anak punk dan penyandang disabilitas yang selama ini telah menjadi perhatian utama Bengkel Hati Mandiraja.
Dalam pertemuan tersebut, pengelola Bengkel Hati memaparkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari pembinaan mental spiritual, pelatihan kemandirian, hingga pendekatan persuasif kepada anak-anak jalanan agar kembali ke kehidupan sosial yang lebih baik. Program ini tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga menyasar perubahan pola pikir dan perilaku agar lebih produktif dan berdaya.
Pihak Dinas Sosial Kabupaten Banjarnegara menyambut baik inisiatif tersebut. Bahkan, sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung kegiatan ini, Dinsos berencana menjalin kerja sama resmi melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan pengelola Bengkel Hati Mandiraja. Kerja sama ini diharapkan dapat memperjelas peran dan fungsi masing-masing pihak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tusi), sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjarnegara, Sila, menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Bengkel Hati.
“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan Bengkel Hati Mandiraja dalam membina kelompok rentan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang luar biasa. Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat diformalkan melalui MoU agar sinergi ini semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Dinas Sosial, Anwar, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektoral sangat penting dalam menangani persoalan sosial yang kompleks.
“Permasalahan sosial tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Perlu keterlibatan berbagai unsur, termasuk komunitas seperti Bengkel Hati. Dengan sinergi yang baik, kita bisa memberikan solusi yang lebih komprehensif,” ungkapnya.
Sementara itu, pengelola Bengkel Hati Mandiraja, Hendri, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat memperluas jangkauan manfaat program yang telah berjalan.
“Kami berharap dengan adanya dukungan dari Dinsos, kegiatan pembinaan yang kami lakukan bisa lebih maksimal dan menjangkau lebih banyak kelompok rentan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik di tengah masyarakat,” tuturnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan akan lahir langkah konkret berupa program bersama yang terintegrasi, sehingga pembinaan terhadap kelompok rentan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci dalam membangun kesejahteraan sosial yang inklusif.
(m,azd)







