Tim ULD Kemenag Banjarnegara Ikuti Peresmian ULD Kemenag Se Jawa Tengah Bersama Ibu Menteri Agama RI

Banjarnegara (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara beserta Tim ULD (Unit Layanan Disabilitas) dan DWP Kemenag Banjarnegara mengikuti Kegiatan MOU DWP Kemenag Jateng dengan BP-4 serta Peresmian ULD secara serentak melalui daring (zoom) bersama Ibu Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Bunda Inklusi Kemenag RI, Ibu. Hj. Helmi Nasaruddin Umar. (29/4/2026)

Saat mengikuti zoom ini, Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara, Dr. H. Sukarno, MM mengatakan bahwa di Kemenag Banjarnegara ULD sudah berjalan sejak lama bahkan pernah memperoleh penghargaan dari Kemenag RI. “Dengan adanya peresmian ULD ini oleh Ibu Menteri Agama ini, saya berharap pelayanan inklusi atau pelayanan Disabilitas di seluruh satuan kerja Kementerian Agama se-Indonesia semakin baik dan semakin profesional,” ucapnya di ruang Rapat VVIP saat mengikuti zoom meeting

Kepala Kantor menjelaskan bahwa di Kemenag Banjarnegara fasilitas layanan disabilitas ini bisa dikategorikan sangat komplit dimulai dari alat bantu disabilitas, guiding block, semua alat bantu penyandang disabilitas semuanya tersedia disini

“Kantor kita sudah dinyatakan sebagai kantor ramah disabilitas pada tahun 2024, oleh karenanya kita pertahankan pelayannya,” ucapnya

Sementara itu, saat memberikan pembinaan sekaligus meresmikan ULD di seluruh satuan kerja di bawah naungan Kemenag Provinsi Jawa Tengah Bunda Inklusi Kemenag RI, Ibu. Hj. Helmi Nasaruddin Umar menyatakan bahwa semua manusia sia itu sama untuk memperoleh pelayanan di Indonesia, oleh karenanya sebagai aparat, dilarang untuk membeda-bedakan dalam memberikan pelayanan terutama kepada kaum disabilitas

“Jangan sampai kita tidak memberikan pelayanan terbaik kepada penyandang disabilitas, semua warga negara berhak menerima pelayanan yang sama,” imbuhnya

Selain mendorong pelayanan yang ramah disabilitas, Bunda Inklusi Kemenag juga mengajak semua pegawai untuk saling tolong menolong dalam kehidupan tanpa membedakan gender. 

“Jangan sampai dalam memberikan pelayanan kita memojokkan salah satu gender karena perbedaan cara pandang,” pungkasnya

Acara ini, resmi berakhir setelah diresmikan secara simbolis ULD MAN 2 Kudus oleh Ibu Menteri Agama RI. (AK)

Skip to content