Tingkatkan Kemampuan Guru, MTs N 2 Banjarnegara Adakan Workshop Pembelajaran E-Learning

Banjarnegara – MTs Negeri 2 Banjarnegara mengadakan Workshop Pembelajaran e-Learning yang diikuti sebanyak 54 peserta dan bertempat di Ruang Laboratorium  (06/03).

E-Learning adalah aplikasi gratis produk madrasah yang dibuat untuk menunjang proses pembelajaran di madrasah mulai dari RA, MI, MTs dan MA agar pembelajaran daring lebih  terstruktur, menarik dan interaktif serta dipandang sebagai teroboson baru dalam dunia pendidikan yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara mandiri tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Dalam sambutannya, Ratna Ayu Kartika Wulan selaku Kepala MTs N 2 Banjarnegara mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua guru melaksanakan KBM dengan menggunakan e-Learning dan siswa dapat mengakses konten yang ada di dalamnya. “Semua bapak dan ibu guru, saya harap agar mengikuti kegiatan Workshop pembelajaran e-Learning ini sampai selesai, selanjutnya mengimplementasikan pelaksanaannya di lingkungan madrasah,” ungkapnya.

Sementara itu, Syarif Ahmad selaku keynote speeker menjelaskan banyak manfaat yang didapat guru dengan menggunakan pembelajaran e-Learning, terutama sebagai media dalam mengelola pembelajaran. Apalagi di dalamnya banyak fitur yang bisa dimanfaatkan oleh guru, sebut saja misalnya Kelas Online. Fitur ini  berisi kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), materi pembelajaran, absensi guru, absensi siswa, jurnal guru, pengolahan penilaian harian dan ujian berbasis komputer (CBT).

“Ada juga fitur Guru Berbagi, fitur ini berisi platform yang menampung kreativitas guru untuk saling berbagi informasi apapun yang bermanfaat. Guru tinggal memposting informasi tersebut dalam kolom dengan mudah. Selain itu, siapapun dapat berkomentar dan memberi masukkan, bahkan menyukai postingan tersebut,” tambahnya.

Selanjutnya ada fitur Forum Komunitas Madrasah, dalam fitur ini siswa dan guru dapat dengan mudah berbagi ide, membuka forum diskusi dan tanyajawab karena di dalamnya terdapat media sosial untuk saling berkomunikasi antara guru dan siswa. User juga dapat saling berkomentar dan berbagi ide atau gagasan dalam fitur chat.

“Prinsipnya praktik pembelajaran menggunakan e-Learning memerlukan inovasi dan kreasi. Karena jika ini betul-betul dilakukan maka akan sangat membantu memudahkan guru dalam membuat administrasi perangkat pembelajaran, bahkan siswa tidak mengalami hambatan, kejenuhan dan kebosanan dalam menerima materi pelajaran,” pungkasnya (Reff/Nafis/ak)