Uji Coba PTM Hari Pertama, MAN 2 Banjarnegara Terapkan Dua Sif

Banjarnegara – MAN 2 Banjarnegara menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama dengan dua sif yang bertempat di gedung selatan dengan total peserta didik 108 orang. Sif pertama merupakan perwakilan kelas X dan sif kedua perwakilan kelas XI dari jurusan IPA, IPS, dan Keagamaan. (5/4).

Kepala Madrasah, Ridlo Pramono menyampaikan pembagian waktu PTM ini dimaksudkan untuk meminimalisir kerumunan dan jumlah antrian ketika berangkat maupun pulang. “Alhamdulillah PTM hari pertama ini berjalan dengan tertib dan lancar. Meskipun ada beberapa hal yang perlu kita evaluasi ke depannya agar semakin baik seperti senantiasa mengingatkan agar semua komponen di madrasah tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa persiapan untuk kegiatan hari ini sudah dilakukan secara maksimal seperti sharing informasi kepada peserta didik tentang alat transportasi yang bisa digunakan, pengisian buku saku tentang catatan suhu dan proses pembelajaran di dalam kelas.

Sementara itu, Nur Kholifah salah satu guru yang mengajar di kelas uji coba PTM ini merasa kegiatan ini istimewa karena untuk pertama kalinya bertatap muka langsung dengan peserta didik semenjak pandemi. “Anak-anak sangat terlihat antusias sepanjang pelajaran. Tidak ada moving tempat duduk peserta didik karena semuanya sudah diberi identitas. Kami semua tertib mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Isnaini Prabaningtyas, salah satu peserta PTM dari kelas X Keagamaan yang menyatakan bahwa PTM hari pertama ini sangat ditunggu-tunggu dan menyenangkan. “Senang rasanya bisa bertemu dengan Bapak Ibu guru dan teman-teman meskipun terbatas. Dengan menerapkan protokol kesehatan dari mulai berangkat sampai pulang, insyaAllah saya tidak merasa was-was,” pungkasnya.

Pada PTM hari pertama ini, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjarnegara, Slamet Wahyudi melakukan kunjungan ke madrasah untuk memantau secara langsung kondisi pelaksanaan PTM dan memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Sudah bagus pelaksanaannya, tetap patuhi protokol kesehatan, hari esok harus lebih baik lagi,” terangnya.

Kegiatan diakhiri dengan evaluasi bersama seluruh guru dan pegawai MAN 2 Banjarnegara setelah kepulangan peserta didik dan menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa hari kedua dan seterusnya harus lebih baik lagi. (ta/ak)