Uji Kompetensi, Kunci Keberhasilan Memasuki Dunia Kerja dan Industri

Banjarnegara – MAN 2 Banjarnegara menggelar kegiatan Uji Kompetensi Siswa Kelas Tata Busana yang dilaksanakan pada tanggal 12 – 21 April 2021 di gedung laboratorium Tata Busana. Kegiatan yang diikuti oleh 52 orang siswa ini dibagi menjadi tiga sif, sehingga setiap siswa mempunyai waktu tiga hari. Hal tersebut bertujuan untuk mengurai kerumunan karena dilaksanakan pada saat pandemi seperti ini.

Ridlo Pramono, selaku Kepala Madrasah menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Uji Kompetensi Siswa adalah sebuah ikhtiar madrasah untuk membekali para peserta didik program keterampilan Tata Busana agar kelak pada saatnya mereka lulus dari madrasah tidak akan kesulitan dalam mencari pekerjaan bahkan boleh jadi mereka menjadi pribadi yang mandiri dengan membuka usaha menjahit, konveksi, dan ataupun menjadi seorang desainer,” jelasnya pada Jumat (16/4)

Hal senada juga disampaikan Rokhimah, selaku Kepala Laboratorium Tata Busana bahwa uji kompetensi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerap materi pelajaran tata busana yang telah disampaikan mulai dari kelas X, XI dan XII.

“Materi Uji Kompetensi ini adalah membuat satu stel busana wanita siap pakai yang sasaran pemakainya adalah para remaja atau generasi milenial. Tahapan uji kompetensi diawali dari pembuatan pola dasar sejak 10 April, kemudian hari pertama siswa diberikan tugas pemecahan pola sesuai dengan model yang mereka dapat, menempelkan pola ke bahan,  memotong, memberi tanda kemudian diteruskan pada tahap proses. Hari kedua dan ketiga melanjutkan proses hingga tahapan finishing,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir dua orang Asesor bersertifikat Nasional dari LPK Sudirman yaitu Yakub Utomo dan Sarwono sebagai penguji eksternal dan penilai independen.

 Sarwono menyampaikan bahwa kemampuan standar kompetensi keterampilan tata busana yang dimiliki siswa cukup membanggakan. “Sampai saat ini, pelaksanaan sudah lebih dari 75%, dan insyaaAlloh akan semakin terus meningkat jika mereka serius menekuni keterampilan yang mereka kuasai apalagi kalau langsung dipraktikkan dalam dunia kerja,” jelasnya.

Eni Suprihartini, salah satu guru Keterampilan Tata Busana menambahkan bahwa setiap siswa akan mendapatkan Sertifikat Uji Kompetensi. “Di era persaingan dunia kerja dan industri yang semakin kompetitif, penguasaan kompetensi skill siswa menjadi hal yang tidak boleh diabaikan bahkan mejadi tuntutan dari dunia usaha. Adanya sertifikat ini menjadi bukti bahwa siswa siap memasuki dunia kerja dan sertifikit uji kompetensi ini bersifat nasional karena penilainya adalah Asesor bersertifikat nasional,” pungkasnya. (hp/ak)