Verifikasi ZI WBK, TPN Kemenpan RB Tinjau Langsung Kantor Kemenag Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) turun langsung ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Kunjungan ini menjadi penilaian akhir yang akan menentukan predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) bagi Kemenag Banjarnegara.

Kabbag TU Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Wahid Arbani beri sambutan dan arahan pada pembukaan acara verifikasi ZI WBK ujarnya pada saat sambutan “kita lihat secara bertahap jumlah layanan Kementerian Agama mulai dari bangun tidur sampai tidur” Contoh berkurangnya perceraian, itu sudah tidak di bawah kemenag, kemudian dikurangi lagi di Balai litbang, apakah tugas kita berkurang, tentu tidak, tugas kita sebagai ASN kemenag tetap dan kita wajib berikan inovasi-inovasi unggulan, salah satu yaitu inovasi yang kita punya “Kopi Seceting”

Bahwa yang menjadi kesimpulan hari ini adalah kita sebagai ASN Kemenag harus bisa memberikan layanan terbaik, ini semua akan memberi manfaat untuk pribadi dan manfaat untuk masyarakat.

Aiunun Habibah, anggota TPN Kemenpan RB, mengungkapkan bahwa berdasarkan peninjauan langsung, telah dirasakan adanya peningkatan dalam kemudahan pelayanan serta transparansi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.

“Kami sudah keliling sudah melihat beberapa perubahan dan inovasi di Kantor Kemenag Banjarnegara sudah terlihat adanya kemudahan dan transparansi,” jelas Aiunun usai melakukan penilaian di Kantor Kemenag Banjarnegara, Rabu (30/10/2024).

Ia mengatakan, tahap ini menjadi bagian dari rangkaian penilaian yang akan menentukan hasil akhir capaian Kemenag Banjarnegara dalam meraih predikat ZI WBK.

“Hasil dari penilaian ini nantinya akan diproses lebih lanjut sebelum diumumkan secara resmi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara Karsono mengaku bangga atas pencapaian instansinya yang sudah sampai pada tahap akhir penilaian ZI WBK. Ia berharap hasil karya Kemenag Banjarnegara dalam memberikan pelayanan diakui oleh TPN dari Kemenpan RB.

“Kami berharap kerja keras Kemenag Banjarnegara bisa diakui oleh Kemenpan RB sehingga kami bisa mendapatkan predikat ZI WBK. Ini adalah langkah besar dalam mewujudkan pelayanan prima dan birokrasi yang bersih,” ucap Karsono.

Dalam upayanya untuk mencapai predikat ini, Kemenag Banjarnegara mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan pelayanan publik dan peran sosial di masyarakat. Salah satu inovasi unggulan adalah program Kopi Seceting (Komunitas Penyuluh Agama Cegah Stunting).

“Program ini didesain sebagai bentuk kepedulian terhadap penurunan angka stunting di Banjarnegara, dengan melibatkan penyuluh agama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Program Kopi Seceting telah diapresiasi oleh Pemerintah Banjarnegara atas peran serta aktifnya dalam mendukung kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Baperlitbang untuk memerangi stunting,” jelasnya.

Selain itu, Kemenag Banjarnegara meluncurkan Pojok Banjar, sebuah inovasi yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi terkait keagamaan dan berbagai pelayanan publik di bawah naungan Kemenag Banjarnegara.

“Pojok Banjar menyediakan akses informasi yang cepat dan lengkap sehingga masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan yang mereka butuhkan,” kata dia.

Karsono menambahkan dalam memberikan pelayanan pihaknya terus berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan masyarakat. Salah satunya diwujdukan dengan menyediakan fasilitas khusus bagi kelompok rentan sebagai bentuk komitmen kami dalam melayani semua lapisan masyarakat.

“Hal ini adalah bagian dari prinsip keadilan sosial yang menjadi nilai dasar dalam setiap inovasi yang diterapkan di Kemenag Banjarnegara. Dengan berbagai inovasi yang terus diupayakan, Kemenag Banjarnegara optimis dapat memenuhi kriteria yang diperlukan untuk mendapatkan predikat ZI WBK,” imbuhnya. (LA)

Skip to content