Banjarnegara (Humas) — Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memberikan bekal kemandirian ekonomi, sebanyak 7 warga binaan “Bengkel Hati” bimbingan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjarnegara dipastikan menjadi peserta dalam Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi (APBD TA 2026 Pokir Batch 2).
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja Pertanian (BLKP) Klampok ini dibuka secara resmi oleh Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Tengah, A. Baginda Muhammad Mahfuz H., pada Selasa (1/9/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026.
Dalam sambutan pembukaannya, A. Baginda Muhammad Mahfuz H. menekankan pentingnya sinergi dan keberlanjutan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja daerah.
“Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja. Kami di DPRD Provinsi Jawa Tengah akan terus berkomitmen mendukung program-program pemberdayaan seperti ini, agar setiap elemen masyarakat tanpa terkecuali memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk meningkatkan taraf hidupnya,” ujar Baginda.
Keikutsertaan 7 peserta binaan Bengkel Hati Kemenag Banjarnegara ini menjadi bukti nyata komitmen Kemenag Banjarnegara dalam menghadirkan dakwah yang inklusif dan memberdayakan (dakwah bil hal). Melalui program kolaborasi ini, warga binaan yang mencakup kelompok marjinal, pemuda, dan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan emas untuk mengasah potensi dan keterampilan kerja secara profesional.
Plt. Kepala BLKP Klampok, Jose, mengapresiasi tinggi semangat para peserta dan menegaskan komitmen lembaganya dalam memfasilitasi peningkatan keahlian kerja para peserta.
“Kami di BLKP Klampok menyambut baik dan siap memfasilitasi seluruh peserta untuk mendapatkan pelatihan terbaik. Program ini dirancang khusus dengan praktik langsung agar para pencari kerja, termasuk warga binaan Bengkel Hati, memiliki keahlian konkret yang siap diserap industri maupun modal berwirausaha secara mandiri,” ungkap Jose.
Secara keseluruhan, pelatihan ini diikuti oleh total peserta yang terbagi dalam dua kejuruan utama:
Kejuruan Peternakan: Diikuti oleh 40 peserta (27 laki-laki dan 13 perempuan) yang berasal dari 12 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Wonogiri, Karanganyar, Banjarnegara, Magelang, Grobogan, Kendal, Wonosobo, Kebumen, Pekalongan, Tegal, Banyumas, dan Demak.
Kejuruan Snack & Bakery diikuti oleh 19 peserta yang fokus mempelajari keahlian tata boga dan olahan produk kue.
Melalui keikutsertaan dalam diklat ini, diharapkan para peserta binaan Bengkel Hati Kemenag Banjarnegara dapat menyerap ilmu dan keterampilan kerja secara maksimal, sehingga mampu tumbuh percaya diri, mandiri secara ekonomi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

