Guru MTs N 2 Banjarnegara Ikuti Workshop Computational Thinking

Banjarnegara – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Banjarnegara bekerjasama dengan Bebras UNSIQ  Wonosobo mengadakan kegiatan Workshop Computational Thinking untuk seluruh guru. Kegiatan berlangsung diawali dengan pembukaan di Laboratorium diikuti oleh 40 guru, dengan memerhatikan protokoler kesehatan (20/03).

Pengawas Madrasah, Nur Laela Isnaini berharap agar kegiatan yang baik ini bisa diikuti dengan baik pula, dan bisa ditindaklanjuti dengan aksi nyata dalam mengajarkan kepada anak didiknya, sehingga harapan besar Madrasah Hebat bermartabat bisa terwujud.

Narasumber terdiri dari para dosen UNSIQ Wonosobo yang  tergabung dalam tim biro Bebras terdiri dari tiga orang, yaitu Dian Asmarajati, Nahar Mardiyantoro, dan Hidayatus Shibyan serta didampingi tujuh asisten.

Dian mengatakan, komunitas Bebras Indonesia adalah perhimpunan perguruan tinggi/ institusi/ perusahaan/ asosiasi yang bertujuan untuk memajukan computational thinking, dan mengadakan bahan belajar serta kegiatan-kegiatan edukatif bertema computational thinking untuk siswa Indonesia.

“Komunitas Bebras Indonesia dalam melakukan kegiatannya menginduk ke Bebras Community dunia,” pungkasnya.

Dalam workshop ini, para guru MTs N 2 Banjarnegara dilatih untuk mempunyai kemampuan berpikir Computational Thinking (CT), yaitu mengajarkan bagaimana berpikir seperti cara ilmuwan berpikir untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata.  CT berarti berpikir untuk menciptakan dan menggunakan beberapa tingkatan abstraksi, mulai memahami persoalan sehingga mengusulkan pemecahan solusi yang efektif, efisien, dan aman. CT adalah sebuah cara berpikir untuk memecahkan persoalan, merancang system dan memahami perilaku manusia. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena disampaikan dengan komunikatif, menantang, dan menarik oleh tim Bebras.

Kepala MTs N 2 Banjarnegara, Ratna Ayu Kartika Wulan, menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Ratna berharap dengan penambahan kemampuan CT bagi pendidik dan tenaga pendidikan ini bisa semakin meningkatkan prestasi MTs N 2 Banjarnegara, baik prestasi akademik maupun non akademik.

“Lebih jauh lagi, para pendidik diharapkan bisa menambahkan unsur CT dalam pembelajaran kepada peserta didik agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat di mata dunia,” terangnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.30 sampai 14.30 ini terselenggara dengan baik dan diikuti sampai selesai dengan sangat antusias oleh para guru peserta workshoap berkat nara sumber yang hebat dan menggugah semangat. (Ref/Nafis/ak)