Guru Pendidikan Agama Perlu Pahami Pendidikan Multikultural

Masyarakat Banjarnegara yang prural dari segi agama perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Apalagi ditengah benturan hal-hal terkait keagamaan yang menjadikan sebuah isu bisa berkembang ke arah radikalisme.

Wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terdiri dari perwakilan umat beragama yang ingin bersingergi dan mewujudkan suasana sejuk dalam kehidupan umat beragama.

Kamis ini (17/11) FKUB mengundang para guru Pendidikan Agama baik agama Islam maupun Non Islam dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kerukunan Umat Beragama berbasis Pendidikan Keagamaan pada sekolah Umum sekitar 200an guru. Kegiatan yang dilaksakan di Aula Kantor Kementerian Agama dalam rangka mensosialisasikan fungsi dan keberadaan FKUB di tingkat kabupaten dan memberikan pemahamanan Radikalisme.

Dalam sambutan Bupati Banjarnegara yang disampaikan oleh Kesbanpolmas Heri Purwanto, menyampaikan bahwa kerukunan beragama di Banjarnegara termasuk aman dan tentram. Diharapkan dengan adanya wadah FKUB bisa memberi kesejukan dalam kehidupan umat beragama yang berbeda beda, dimana toleransi dalam bermasyarakat untuk tetap dijaga.

“Sebagai makhluk sosial amat di butuhkan spirit untuk saling menjaga, saling bantu membantu, dan guyup dimana hidup saling berdampingan”, disampaikan Heru purwanto.

Terkait isu dimasyarakat para peserta yang semuanya adalah pendidik untuk bisa menanggapinya dengan bijak, jadikan perbedaaan sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan bisa mempersatukan.

Materi Rakor

Narasumber rakor, Plt Kankemenag Kabupaten Banjarnegara, Sukarno menyampaikan materi tentang peran Guru Agama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.  Tugas guru kepada siswanya amat besar dalam membentuk generasi yang kuat dalam membangun negara.

Dengan keberagamaan di masyarakat diharapkan guru menjadi motor pembentuk siswa yang bisa hidup dalam bergaama dan keberagamaan di sini fungsi guru agama sebagai Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Pendidik harus bersingeri. Perlu pemahaman pendidikan Multikultural secara bersingergi dan berkelanjutan.

Materi selanjutnya tentang Faham Radikalisme disampaikan Kasat Intelkam Sulistiyo dari unsur Polres. Disini faktor terjadinya radikalisme perlu dipahami untuk diantisipasi. Bagaimana radikalisme sudah masuk ke dunia pendidikan terlihat kasus radikalisme dilakukan oleh pelajar.  Seorang guru perlu peka terhadap hal-hal yang terlihat berbeda dari anak didiknya agar tidak masuk paham radikalisme. (Nangim)