Kajian Kitab Kuning Fathul Qorib Dalam Meningkatkan PrestasiBelajar Siswa MTs N 1 Banjarnegara

Banjarnegara – MTs N 1 Banjarnegara selalu berusaha berinovasi dalam berbagai kegiatan madrasah. Di bulan Ramadan ini, MTs N 1 Banjarnegara menggelar rangkaian kegiatan Ramadan diantaranya dengan “Kajian Kitab Kuning Fathul Qorib” yang diselenggarakan pada Sabtu, (17/4).

Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas IX A pukul 08:00 WIB, kajian tersebut diisi oleh Abdul Majid selaku guru MTs N 1 Banjarnegara dan diikuti oleh siswa kelas VII. Berhubung pandemi covid-19 belum juga usai, kegiatan tersebut menghadirkan 25% anak kelas VII dari satu kelas untuk mengikuti kajian tersebut, tidak pula protokol kesehatan selalu diterapkan untuk mengurangi penularan covid-19.

Program tersebut sebelumnya sering dilaksanakan menjelang kegiatan-kegiatan madrasah. Sebagai pemateri, Abdul Majid menyampaikan apa itu pengertian kitab kuning kepada anak-anak kelas VII.

Beliau menjelaskan bahwa pengertian kitab kuning menurut Azyumardi Azra, adalah kitab-kitab keagamaan berbahasa arab, melayu, jawa, atau bahasa-bahasa lokal lain. “Di Indonesia sendiri, kitab kuning menggunakan aksara Arab yang ditulis oleh ulama timur tengah, ataupun ulama Indonesia sendiri,” ungkapnya.

“Selama ini berkembang tiga terminologi mengenai kitab kuning. Pertama, kitab kuning adalah kitab yang ditulis oleh ulama klasik Islam yang secara berkelanjutan dijadikan referensi yang dipedomani oleh para ulama Indonesia, seperti tafsir ibnu katsir, tafsir al-khazin, shahih bukhori, shahih muslim, dan sebagainya.” ujar Bapak Majid saat menyampaikan materi.

Tidak hanya itu, antusias para peserta didik terlihat ketika Abdul Majid menceritakan sebuah sejarah awal dari kitab kuning Fathul Qorib.

“Kitab fathul qorib merupakan kitab yang di karang oleh Abu Syuja’ yang pada awalnya Abu Syuja’ diminta oleh murid-muridnya membuatkan sebuah kitab yang berisikan masalah-masalah fiqih dengan menganut faham Imam Syafi’i. Kitab ini juga dikenal dengan nama Ghayah al-Ikhtishar. Kitab ini mendapat perhatian yang besar dari para ulama dan banyak yang mensyarahinya, misalnya Kifayah al Akhyar yang dikarang oleh Taqiy al Din bin Muhammad al-husaini alhisni al-Dimasyqi,” tambahnya.

Di akhir materi, Majid menyampaikan kepada para peserta didik khusunya kelas VII bahwa, kajian kitab kuning fathul qorib dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih, kitab kuning fathul qorib mampu membantu siswa bagi mereka yang kurang paham dengan materi yang diajarkan di kelas serta sebagai penjelas dan pelengkap mata pelajaran fikih, ketika mata pelajaran fikih dirasa kurang dalam beberapa materi, maka kitab Fathul Qorib menjadi jawabannya. (Risky/ak)