Kuliah ramadhan, Ardian sampaikan Syarat Membayar Fidyah Puasa

Banjarnegara – Fidyah diambil dari bahasa arab “fadaa” yang artinya mengganti atau menebus. Nah, bagi orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu,  namun  sebagai gantinya yang bersangkutan wajib membayar fidyah.

Itulah penjelasan Bapak Ardian melalui kuliah ramadhan dalam penyampaiannya di kelas 8B pada Kamis, (7/4/22). Sebagaimana diketahui, Menjelang Ramadhan, umat muslim  yang masih memiliki hutang puasa, karena tidak mampu puasa lantaran kriteria tertentu diwajibkan untuk membayar fidyah.

“Bagi umat muslim yang telah akil balig, puasa Ramadhan wajib hukumnya, tetapi bagi kelompok orang tertentu, seperti ibu hamil, lansia, orang sakit, juga perempuan yang menstruasi, diperbolehkan tidak berpuasa, hanya saja jumlah hari puasa tersebut harus diganti di lain waktu.” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Dalam surat Al-Baqarah ayat 184 tertulis mengenai anjuran fidyah, barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Dari surat tersebut, Ardian menjelaskan ada beberapa kriteria orang yang bisa membayar fidyah,

“Yang pertama, orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa, kedua Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh, kemudian Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter).”

Dengan begitu, Ardian juga memberi pengetahuan kepada siswa/siswi MTs N 1 Banjarnegara bawa fidyah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada masyarakat miskin/kurang mampu. (ran/ak)

Bagikan :
Translate »