Laeli Nur Isnaini , Guru MI Al-Fatah Lolos Tahap 2 Seleksi FASDA Kabupaten

Banjarnegara – Seleksi Fasilitator Daerah atau FASDA merupakan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru madrasah digelar. Dan untuk seleksi tahap 3 digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Jumat (9/4).

Kegiatan tersebut diadakan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di madrasah  untuk lima tahun ke depan, program ini di danai oleh Bank Dunia melalui Kementerian Agama.

Untuk mengikuti seleksi FASDA tidaklah mudah. Ada tahapan-tahapan dan kualifikasi yang harus dipenuhi sampai saatnya lolos dan benar-benar menjadi fasilitator daerah. Fasilitator daerah merupakan kumpulan guru-guru terbaik yang direkrut oleh Kementerian Agama kabupaten/Kota dan disiapkan menjadi fasilitator atau nara sumber kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru di tingkat kabupaten/kota.

Kementerian Agama sangat konsen dan memprioritaskan rencana strategis dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah, khususnya guru.

MI Al-Fatah Parakancanggah Banjarnegara mengikut sertakan satu guru madrasah yaitu Laeli Nur Isnaini. Support dan doa  dukungan mengalir dari Kepala madrasah juga pihak madrasah agar dapat LOLOS menjadi FASDA.

“Saya sangat mendukung program IN, Fasprov, dan Fasda PKB guru MI, MTs, dan MA di Kementerian Agama dan saya berharap semua guru bersedia untuk berkontribusi atau berpartisipasi untuk mengikuti seleksi tersebut,” ungkap Durotun Nafisah, selaku kepala madrasah.

Tahapan seleksi FASDA yaitu seleksi administrasi, seleksi akademik/uji kompetensi CBT, dan wawancara online/daring. Nani telah melalui tiga tahapan yang dipersyaratkan. “Alhamdulillah, berkat do’a dan support pengawas, K3MI, kepala madrasah dan sahabat-sahabat guru, saya lolos tahap seleksi administrasi, dan tahap uji kompetensi melalui CBT,” kata Nani.

Dukungan dari seluruh sivitas akademika MI Al-Fatah khususnya Kepala Madrasah, berharap Nani lolos dalam seleksi calon FASDA tahap akhir ini. “Dengan adanya guru yang memiliki kualiafikasi sebagai fasilitator/ nara sumber maka keberadaan kwalitas MI Al-Fatah meningkat,” tandasnya. (NASD/mnh)