Minat Menghafal Terbangun Melalui Talk Show Tahfidz Quran

Banjarnegara terdapat 3 organisasi masyarakat (ormas) Islam besar yakni, Sarikat Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Walaupun berbeda dari segi organisasi, namun dalam memberikan dakwah ke-Islaman bersatu dalam sebuah wadah PHBI Kabupaten, dan PPU (Panitia Pengajian Umum) sebagai motor penggeraknya.

Semangat kekompakan membangun persatuan umat juga terlihat dimana setiap tahun setiap ormas diberikan giliran untuk menjadi panitia pengajian. Hal ini sesuai dengan harapan Bupati Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo untuk menjadikan Banjarnegara menjadi kabupaten yang rukun, aman, tentram, bersatu serta “baldatun toyyibatun ghofur”.

Sesuatu yang berbeda pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1437H ini, di mana PPU mengadakan pengajian dengan format Talk Show. Untuk pembicara, menghadirkan pengelola Rumah Tahfidz dari Klampok-Banjarnegara, H. M. Darwis Harsono didampingi 2 putranya yang hafal Al-Qur'an.

Hari ini (05/01) undangan yang hampir 2/3 di dominasi pelajar dari sekolah dan madrasah menengah tingkat atas  hadir di Pendopo Dipayudha Adhigraha. Pendopo penuh mulai jam 09.00 WIB bahkan sampai ada yang lesehan, disamping undangan dari unsur Forkominda, Sekda Kabupaten, Ormas Islam, Kementerian Agama dan undangan dari Instansi dan kecamatan.

“Dengan adanya pengajian memperingati maulid Nabi, bisa menjadikan kita instrospeksi diri atas Perintah Alloh yang lalai, larangan yang mungkin dijalakan juga itba sunnah rosul”, disampaikan Bupati dalam sambutannya.

Ditambahkan, untuk tempat pelaksanaan pengajian juga bisa bergilir tidak di pendopo saja, bisa di Kodim 0704, Polres atau di tempat yang lain yang memungkinan untuk syiar dan dakwah Islam ini.

Opening dibuka dengan kisah perjalanan putra pertama, Darwis Harsono yang mendapatkan beasiswa Kedokteran UNY melalui jalur tahfidz. Generasi penerus bangsa memiliki 3 pilihan, menjadi penonton sejarah, menjadi beban sejarah atau menjadi pencetak sejarah. Kisah inspirasi ini menggugah minat bagi pelajar yang mengikuti talkshow untuk mengikuti jejaknya.

Pada kesempatan tersebut, H. Darwis membuka kunci kesuksesan keluarga penghafal Al quran. Kesuksesan seorang anak menjadi tahfidz dan sukses dalam hidupnya dibutuhkan dukungan orang tua, dan “supporting ruhiyah” adalah yang utama. Salah satu bentuknya adalah dukungan do'a, serta “tirakat” orang tua.

Motivasi orang tua dalam membentuk lingkungan dan perilaku penghafal quran juga tidak boleh ketinggalan. Sedangkan syarat utama semua berjalan adalah “KOMITMEN”. Komitmen ini akan membentuk usaha keras, berpola, dan memiliki kekuatan, demikian di paparkan. Respon positif dan minat ditunjukkan dari sharing dan tanya jawab dari peserta baik pelajar dan orang tua setelah materi disampaikan. Namun segala sesuatu tidak ada kata terlambat.

Keberhasilan anak tergantung dari agrement dari tujuan kedua orang tua terhadap anak sejak dilahirkan. Disini Al Qur'an memiliki cara dalam mengatur kesuksesan anak dari sisi jodoh, rejeki, dan masa depan anak.  (Nangim)