MTs Andalusia Sukses Selenggarakan UM Berbasis Digitest

Banjarnegara – MTs Andalusia Banjarnegara sukses selenggarakan Ujian Madrasah (UM) berbasis digital atau Digitest. Penyelenggaraan UM dengan Digitest ini diikuti 88 siswa. Pelaksanaan UM di MTs Andalusia ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Pendis No B.-298/DJ.I/ PP.00/02/2021 tentang Penyelenggaraan Kelulusan dan Kenaikan Kelas Siswa madrasah.

Dalam surat edaran tersebut, siswa madrasah dapat dinyatakan lulus apabila telah memenuhi tiga syarat. Pertama, menyelesaikan program pembelajaran selama pandemi Covid-19 dan dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kedua, memperoleh nilai sikap atau perilaku dengan predikat minimal ‘Baik’. Ketiga, mengikuti Ujian Madrasah (UM) yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan (madrasah).

Adapun Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Madrasah sendiri telah diatur melalui Surat Keputusan (SK) dari Dirjen Pendis Nomor 752 Tahun 2021. Dimana UM dapat dilakukan oleh masing-masing madrasah dalam bentuk tes tulis, ujian praktik, penugasan, portofolio nilai rapor semester sebelumnya dan tugas harian yang ada, atau bentuk lain yang memungkinkan dapat dilakukan oleh madrasah di masa pandemi.

“UM kami selenggarakan dalam bentuk tes tulis berbasis digital atau kami sebut digitest, dengan soal yang sudah disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran,” ungkap Atif Solehudin, selaku ketua panitia UM MTs Andalusia, Selasa (6/4).

Penerapan protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat selama pelaksanaan ujian. Yaitu dengan mewajibkan seluruh siswa mengenakan masker, tempat duduk berjarak, dan siswa dilarang saling meminjam alat tulis. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen MTs Andalusia untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan menjadi salah satu fokus kami dalam UM, sehingga seluruh peserta dapat melaksanakan ujian dengan aman,” tambahnya.

Atif menambahkan selama satu minggu pelaksanaan UM tidak ditemukan kendala berarti. Hanya ada sedikit kendala teknis terutama pada gadget siswa. Namun menurutnya masalah itu dapat daiatas dengan mudah, karena panitia telah menyiapkan gadget cadangan bagi siswa.

“Sejauh ini UM berjalan dengan baik dan lancar, pernah ada leptop yang harus update namun kami sudah siapkan laptop cadangan sehingga siswa tetap dapat mengerjakan sesuai dengan estimasi waktu yang ada,” pungkasnya. (sy/ak)