Penyajian RKA-KL Perlu Persamaan Persepsi

Semangat reformasi birokrasi di Kementerian Agama harus ditularkan pada satker tidak terkecuali pada proses pengumpulan, penyusunan dan penyajian data RKA-KL (Rencana Kerja dan Anggaran- Kementerian dan Lembaga). Untuk tahun 2017 satker membutuhkan pemahamaan persepsi terkait hal tersebut guna meningkatkan kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas pemerintahan.

Dalam rangka mengikuti dinamika perkembangan proses penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara berbasis kinerja, Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara perlu diadakan kegiatan koordinasi, singkronisasi dan standarisasi pengumpulan, penyusunan dan penyajian data RKA-KL tahu 2017 bagi semua satker. 

Sebagai upaya untuk meningkatkan efektifitas penyusunan RKA-KL berbasis kinerja pada kankemenag Kabupaten Banjarnegara, dilaksanakan Sosialiasisasi Aplikasi KRA-KL bagi Satker, Kepala KUA kecamatan dan Pengelola Dipa Kankemenag, sesuai mekanisme yang di atur dalam Peraturan Pemerintah No. 90 tahun 2010 di Aula Kantor, Selasa ini (10/05).

Setelah dibuka, Kepala Kantor, Farhani menyampaikan Alur Pengusulan RKA-KAL oleh satker dan pengelola agar dipahami.  Pengajuan RKA-KL untuk 5 tahun sesuai dengan Perpres No. 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015 – 2019 yang tertuang dalam PMA No. 39 tahun 2015 Tentang Rencana Strategis  Kemenag 2015-2019.

Kegiatan dihadiri, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan M. Nurkholis didampingi narasumber teknis Fungsional Perencana, Ahmad Baikuni. “Bagi kepala KUA informasi tentang RKA-KL walau tidak membuat namun diharapkan sebagai hal baru dan patut di coba” disampaikan Nurkholis.

Dalam sesi teknis, para peserta di tunjukkan bagaimana cara pengelolaan RKA-KL serta alur yang benar sesuai dengan kode akun yang sudah ditentukan. Aturan dan tata cara yang baru harus bisa pahami dan cara pemasukkannya pada aplikasi agar tidak terjadi selisih yang signifikan.

Ahamad Baikuni  menekankan bahwa Irjen bisa membaca dan mengecek terjadinya perhitungan yang tidak tepat melalui online. “kesalahan dari satu satker akan berimbas pelaporan dari seluruh Kankemenag”, imbuhnya. (Nangim)