Perbuatan-Perbuatan yang Dapat Menghilangkan Pahala di Bulan Ramadan

Banjarnegara РMengumpulkan pahala di bulan Ramadan merupakan ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Di bulan Ramadan umat muslim selalu berlomba-lomba dalam kebaikan atau Fastabiqul khairat. Tujuan dari Fastabiqul khairat ini tak lain untuk menanam pahala supaya bisa panen kelak di akhirat. Namun beberapa perbuatan ternyata bisa menghilangkan pahala yang sudah susah payah dikumpulkan di bulan Ramadan ini.

Adysa menyampaikan perbuatan-perbuatan yang dapat menghilangkan pahala di bulan Ramadan pada kultumnya. Adysa merupakan siswa pengurus OSIM MTs Negeri 1 Banjarnegara. Pada kesempatannya berkultum di masjid Darul Ulum Senin (11/4) Adysa menyampaikan perbuatan-perbuatan yang dapat menghilangkan pahala di bulan Ramadan di hadapan seluruh siswa dan guru MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Perbuatan yang dapat menghilangkan pahala di bulan Ramadan salah satunya adalah berbohong. Berbohong merupakan mengatakan yang tidak sesuai fakta.

“Berbohong merupakan perbuatan yang dapat menghilangkan pahala kita di bulan Ramadan ini. Perbuatan bohong ini juga tidak boleh kita budayakan di bulan selain Ramadan. Maka sebaiknya kita selalu berbuat jujur.” tegas Adysa.

Kedua, gibah. Berbincang dengan sesama teman biasanya sangat mudah untuk menggunjing, membicarakan kejelekan orang lain. Tidak hanya kaum hawa saja yang sering kecolongan gibah saat mengobrol, laki-lakipun tak jarang melakukan hal serupa. Untuk menghindari perbuatan ini maka sebaiknya perbanyak tadarus ketika ada waktu luang.

Ketiga, berbuat maksiat. Maksiat sangat banyak jenisnya. Ada yang berasal dari mata, tangan, kaki, telinga, mulut, dan anggota tubuh lainnya.

“Contoh maksiat yang sering kita jumpai adalah berkata-kata kasar. Sering kita dengar ketika seseorang terkena musibah bukannya membaca asma Allah malah misuh-misuh. Kita sebagai siswa madrasah harus membiasakan mengucap asma Allah, ketika kita terkejut misalnya maka kita hendaknya mengucapkan subhanallah atau astaghfirullah.” lanjutnya.

Keempat, memandang lawan jenis dengan nafsu. Memasuki usia remaja, lawan jenis adalah godaan. Jika memandang teman lawan jenis boleh saja asalkan seperlunya saja. Misalnya ketika diajak bicara pandanglah teman lawan jenis ini sebagai wujud menghormati. Tidak boleh ketika memandang lawan jenis hingga terlena karena ketampanan atau kecantikannya.

Di akhir kultumnya, Adysa mengajak para siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Adysa juga mengajak mereka untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat menggerogoti pahala yang sudah susah payah dikumpulkan. (rin/ak)