Pucuk Pimpinan MTsN 2 Banjarnegara Resmi di Serahkan

Mengawali serah terima Kepala MTsN 2 Banjarnegara, di suguhkan Tarian dari Siswi-siswi madrasah dan lagu “Andai aku punya sayap” yang dinyanyikan Getun Tri Aina salah seorang siswa yang tidak memiliki kedua tangan sejak lahir.

Salah satu simbol serah terima ditandai pengalungan surban kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Farhani dan Ridlo Pramono sebagai kepala baru. Acara tersebut dilaksanakan, Selasa (17/11) pagi di halaman madrasah. Pengangakatan sebagai kepala baru menggantikan Nurchasanah yang purna tugas per  Mei 2015.

Dalam sambutannya Farhani mengawali dengan ucapan Selamat atas Pengangkatannya sebagai Kepala di MTsN 2 Banjarnegara. “Pengangkatan atas saudara Ridlo Pramono sebagai kepala dengan berbagai pertimbangan, diantara prestasinya dan inovasinya dalam memimpin MTs N 1 Rakit yang dipimpin sebelumnya”dijelaskan.

Ditempat yang baru dari segi kultur, posisi geografis, pola pikir berbeda dengan di Rakit. Untuk itu diharapkan Ridlo Pramono untuk belajar dari Nurchasanah dalam memimpin MTsN 2 Banjarnegara yang sudah menorehkan banyak prestasi baik akademik dan non akademik. Dari segi perkembangan sekolah dan kualitas lulusan juga sudah di buktikan, nasehat Farhani.

Selain “Iqro” kondisi yang baru, Kakankemenag berharap untuk jajaran TU dan guru-guru bisa menerima dan membantu Kepala yang baru agar bisa menjadikan mewujudkan cita-cita sekolah yang mungkin belum terwujud serta bergotong-royong menjadikan madrasah lebih maju sebelumnya.

Di akhir sambutan Farhani menegaskan, bahwa sebagai guru madrasah jangan rendah diri. Pola pikir Tata Kementerian Agama berubah, juga berimbas meningkatkan nilai positif terhadap pendidikan madrasah. Pendidikan madarasah memiliki nilai tambah agama ditengah perkembangan jaman dan teknologi. Masalah degradrasi moral, pergaulan membutuhkan proteksi terhadap generasi muda dan di madrasah-lah salah satu “wadah” tepat pendidikan.

Sekarang ini harapan orang tua selain nilai agama yang ditanamkan kepada putra-putrinya juga harapan terjaganya mereka pada pergaulan dan memberi warna positif di masyarakat dan lingkungan. Potensi kualitas anak didik di madrasah sudah banyak tertoreh pada perlombaan, penilaian dan seleksi di tingkat lebih tinggi (Nangim)