Release #2 EMIS 4.0, MAN 2 Banjarnegara jadi Pilot Project

Banjarnegara – Tim EMIS (Education Management Information System) MAN 2 Banjarnegara yang berjumlah 8 orang baru saja mengikuti kegiatan Training Virtual Madrasah Terbatas untuk Release #2 Perbaikan Data Siswa di EMIS 4.0 pada hari Rabu di Laboratorium Komputer. (7/4)

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari ditunjuknya MAN 2 Banjarnegara sebagai pilot project Release #2 EMIS 4.0 satu-satunya untuk Madrasah Aliyah yang ada di Banjarnegara. Penunjukkan tersebut dilakukan oleh Kemenag Kabupaten Banjarnegara atas instruksi dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah dan Kemenag Pusat dengan mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya adalah sudah melakukan konfirmasi data lembaga dan mempunyai rekam jejak yang baik dalam pengoprasian EMIS.

 

Juwita Utami Putri, Narasumber dalam kegiatan training menyampaikan bahwa madrasah yang ditunjuk sebagai pilot project harus memanfaatkan betul kesempatan tersebut. “Mari kita pelajari sistem yang baru ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan dengan baik sesi konsultasi yang sudah diagendakan agar kelak ketika EMIS sudah dibuka secara nasional, madrasah Bapak Ibu semuanya bisa menjadi contoh yang baik,” terangnya.

 

Kepala Madrasah, Ridlo Pramono mendukung penuh kegiatan ini dan mendorong Tim EMIS untuk betul-betul mempelajari Release #2 EMIS 4.0 tersebut. “Kami tentu sangat senang diberi kesempatan menjadi pilot project dalam kegiatan ini mengingat jumlah siswa kami yang cukup banyak. Harapannya, dapat mencapai target 100% perbaikan data dan pengelolaan EMIS di MAN 2 Banjarnegara lebih baik lagi,” ungkapnya.

Kegiatan training yang dilanjutkan dengan konsultasi tanggal 8 sampai 11 April secara daring ini tentu disiapkan dengan matang oleh Tim EMIS madrasah.

M. Marwan Aufa, selaku Operator EMIS 1 menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini mereka berusaha untuk mempelajari sistem yang baru tersebut. “Berbekal Release #1 kemarin, tim berusaha mempelajarinya. Semoga kami dapat mengemban amanah ini dengan baik dan pengelolaannya ke depan dapat lebih maksimal,” jelasnya.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Uswatun Hasanah, Operator EMIS 4. Beliau berharap dapat memanfaatkan kegiatan ini secara optimal, “Kami akan berusaha untuk mempelajari sistem yang baru tersebut dengan baik. Ini bisa menjadi kesempatan sekaligus tantangan, agar lebih baik dan mampu menjadi contoh bagi madrasah lainnya saat EMIS 4.0 telah dibuka secara nasional nanti,” pungkasnya. (ta/ak)