RSI Banjarnegara Ingin Jalin Kerja Sama Dengan Kementerian Agama

Banjarnegara – Sebagai rumah sakit yang didirikan oleh pemuka-pemuka agama yang bernafaskan Islam, sudah selayaknya Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama untuk melayani masyarakat.

Demikian dikatakan Agus Ujianto, direktur utama Rumah Sakit Islam Banjarnegara, Kamis (8/4) di ruang kerja Kantor Kementerian Agama Kab. Banjarnegara.

“Dalam lintasan historis, rumah sakit lslam ini diinisiasi oleh para Jamaah Haji yang juga para pemuka agama di Kabupaten Banjarnegara,” lanjut Ujianto.

Dokter spesialis bedah ini menambahkan, bahwa kerja sama dengan Kementerian Agama akan meliputi edukasi kesehatan bagi tenaga pendidik dan peserta didik, bagi para penghulu dan penyuluh agama PNS dan non PNS, dan seluruh ASN di Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Agus Suryo Suripto mengatakan, bahwa jumlah ASN di Banjarnegara keseluruhan kurang lebih 750 orang. Jika ditambah dengan penyuluh agaman non PNS maka berjumlah sekitar 900 Orang.

“Kerja sama dengan Rumah Sakit Islam Banjarnegara merupakan langkah bagus bagi kami dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pegawai yang ada di Kementerian Agama Banjarnegara baik yang PNS maupun non PNS. Banyak keuntungan yang dapat dirasakan dari kerja sama dengan RSI Banjarnegara, diantaranya kemudahan akses kesehatan, layanan upgrade kelas tanpa biaya tambahan bagi pasien BPJS dari Kemenag, layanan antar jemput ambulan gratis, layanan antar obat gratis bagi pasien, dan banyak kemudahan lain yang akan diperoleh,” sambung Suryo.

Sementara itu, Ujianto menambahkan bahwa RSI Banjarnegara tidak membebankan biaya iuran bulanan apapun kepada pegawai Kemenag. “Kami akan mengambil dana dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk memback up kerja sama dengan Kemenag. Jadi ini murni kerja sama yang sifatnya berkhidmah kepada masyarakat khususnya pegawai Kementerian Agama,” ungkapnya.

“Kami tidak ingin membebani pegawai Kemenag dengan iuran bulanan apapun dari kerjasama ini. Ini merupakan tanggung jawab moral kami membalas budi atas jasa para pemuka agama yang berasal dari pensiunan Kemenag Banjarnegara yang telah mendirikan Rumah Sakit Islam Banjarnegara,” kata Ujianto mengakhiri pembicaraannya. (suryo/ak)