Sosialisasi RKA-KL dalam pelakasanaan DIPA

RKA-KL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga) dibuat berdasar RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) yang di buat oleh pemerintah. Adapun pelaksanaanya turunnya ke DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).

Hal di atas disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, Farhani dalam Sosialisasi RKA-KL/SPAN di Aula Kantor, Rabu (09/10) ini. Kegiatan mengundang Kasubbag TU, Kepala KUA Kecamatan, Pengawas, dan Pengelola DIPA kantor.

Dalam laporan kegiatan, Kepala Sub Bagian TU menyampaikan penyerapan DIPA dan palaksanaannya yang harus diperhatikan karena Kementerian dan Instansi sekarang menggunakan laporan dalam bentuk aplikasi, baik online maupun offline. Dan pada kegiatan sosialisasi akan di praktekkan teknis pelaporan RKA-KL dan SPAN melalui aplikasi yang terintegrasi.

Setelah di buka secara resmi kegiatan, Kepala Kantor memberikan materi Kebijakan Kementerian agama dalam Anggaran. Farhani menjelaskan Proses DIPA yang mengambarkan kinerja pembangunan, kinerja organisasi dan kinerja anggaran. Di ini terdapat rencana strategik yang di breakdown dari visi dan misi yang berikan oleh kementerian terkait.

Terdapat 7 isu rencana strategik yang di usung oleh Kementerian Agama, yaitu Peningkatan Kualitas Pemahaman dan Pengamalan Ajaran Agama, Peningkatan Kualitas Kerukunan Umat beragama, Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama, Peningkatan Pemanfaatan dan Kualitas Pengelolaan Ekonomi Keagamaan , Peningkatan Kualitas Penyelenggaran ibadah Haji dan Umrah, Peningkatan dan Pemerataan Akses dan mutu pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Peningkatan Kualitas dan Tata Kelola Pembangunan Bidang Agama.

Acara dilanjutkan dengan penjelasan teknis tentang teknik pengisian RKA-KL/ SPAN pada aplikasi yang sudah di salin ke masing-masing pengelola DIPA. Para peserta membawa laptop dan data sebagai meteri isian, langsung praktek bagaimana proses menjalankan aplikasi.

Diharapkan dengan aplikasi yang sampaikan para pemegang aplikasi RKA-KL bisa memasukkan data dengan benar yang akan terintegrasi dengan program SPAN dan SAKTI yang akan di gulirkan tahun 2016. (Nangim)