Tertibkan Administrasi Guru, MIMA Al Falah Joyokusumo Lakukan Monev

Banjarnegara – Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan menertibkan kelengkapan administrasi guru, Kepala MI Maarif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap guru – guru secara terjadwal mingguan.

Kegiatan monev dilaksanakan saat guru tidak ada jam mengajar dikelas, Kepala Madrasah membuat jadwal monev dengan memperhatikan jadwal pelajaran agar semua berjalan lancar.

Administrasi yang akan di monev seminggu sebelumnya telah disampaiakan oleh kepala Madrasah dan di share di grup madrasah untuk diketahui dan dipersiapkan. Secara bergantian, jadwal dimulai dari guru paling senior dalam arti guru yang masa mengabdinya paling lama.

Diruang Kepala Madrasah, guru secara bergantian masuk untuk di chek administrasi yang telah dibuat. Jadwal administrasi guru yang harus disetorkan pada monev minggu ini adalah daftar nilai, kisi – kisi soal PTS, kumpulan soal PTS beserta jawabannya serta analisis butir soal.

“Meskipun saya masih guru wiyata bhakti, saya selalu berusaha untuk tertib administrasi sehingga di akhir tahun akan memudahkan saya dalam melakukan evaluasi diri. Selain itu, saya berharap kedepannya nanti, tidak perlu lembur – lembur sampai larut malam saat menjelang akreditasi hanya karena menunda pekerjaan,” Ucap Susrianti, seorang guru saat monitoring. (15/4)

Wahyul menyampaikan kebanggaan guru – guru di MI Maarif Al Falah Joyokusumo, karena kedisiplinan yang mereka terapkan padahal di madrasah ini tidak ada satupun guru yang bersertifikat pendidik, apalagi pegawai negeri sipil. Mereka murni guru wiyata bhakti, dan kepala madrasah melihat loyalitas kinerjanya patut diacungi jempol.

Setelah usai melaksanakan monev, kepala madrasah selalu menanyakan kepada guru terkait perkembangan belajar peserta didik ataupun hambatan / permasalahan yang ada di kelas. Sehingga kepala madrasah memberikan masukan dan solusi demi pelayanan terbaik.

Di kesempatan monev tersebut, Wahyul meminta kepada semua guru MI Joyokusumo untuk selalu memenuhi instrument yang belum lengkap. Karena beberapa masih ditemukan guru yang belum melengkapi administrasi pembelajaran secara sempurna. 

“Dari Hasil monitoring kemarin, masih ada administrasi yang belum dilengkapi guru, seperti pada pembuatan kisi – kisi soal yang formatnya masih belum update. Perlu ditambah kolom IPK dan Level Kognitif,” tutupnya. (wk/ak)